Tanggapan Kiyai Maman Imanulhaq Tentang Fenomena Batu Akik – Fenomena Batu Akik yang sedang marak di Indonesia sejak 2012 lalu benar-benar menyita banyak kalangan. Mulai dari kalangan pejabat tinggi, para pemimpin negara, hingga rakyat biasa semua ramai mencari batu akik yang dikatakan memiliki banyak khasiat tersebut. Harganya beragam, ada yang ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Sebagai penggemar batu akik, tentunya mereka akan mengeluarkan uang berapapun untuk mendapatkan batu akik tersebut. Fenomena batu akik ini juga memancing banyak komentar dari berbagai kalangan.

Salah satu anggota DPR RI Komisi VIII, KH. Maman Imanulhaq yang juga turut berkomentar mengenai batu akik ini mengatakan bahwa sebenarnya kejadian fenomena batu akik adalah hal yang biasa terjadi, sebab dari dulu batu mustika dan batu akik juga sudah banyak dikenal masyarakat terlebih nenek moyang kita jaman dulu. Bahkan sejak jaman Nabi Muhammad SAW dulu juga sudah banyak dikenal oleh masyarakat.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini mengatakan, “Rosulullah memberi contoh cincin yang terbuat dari perak dengan permata batu yang berasal dari Etopia yang mana saat itu diketahui bahwa Etopia adalah sebuah daerah yang sangat makmur. Daerah ini juga menjadi perlintasan perniagaan yang menjadi tempat tujuan orang-orang. Batu ini pada jaman itu menjadi batu terbaik dan Nabi Muhammad memakainya yang sekaligus menjadi cap ‘Muhammad Rasulullah’ dan menjadi multi symbol. Bukan hanya sebagai kebanggan, namun juga sebagai lambang resmi.” Tutur KH. Mamad Imanulhaq.

Batu akik itu semacam mediasi atau sarana untuk berkomunikasi lintas kalangan sehingga fenomena yang terjadi tentang batu akik ini memang sangat menarik dibicarakan. Bahkan dengan adanya fenomena ini, banyak kalangan entah itu para santri, kiyai, preman, pedagang, anak sekolah, karyawan swasta dan banyak PNS juga saling bertukar pikiran dan berbagi gagasan mengenai batu akik. Sangat unik memang. Sebuah batu akik bisa menyatukan berbagai kalangan dalam forum diskusi tentang batu akik. Menurut Kang Maman, begitu beliau akrab disapa mengimbuhkan bahwa dalam pandangan Islam batu akik boleh saja dipakai sebab ada beberapa hal positif yang menyertainya.

Islam selalu memandang dari sisi positifnya dan tidak mengharamkan selama sang pengguna batu akik tersebut tidak melalaikan perintah ALLAH SWT apalagi menyekutukan-NYA. Jangan karena batu akik seseorang sibuk melakukan ritual dan bersemedi hingga meninggalkan solat. Jangan sampai hal itu terjadi pada anda atau orang yang anda sayangi, naudzubillah mindzalik.

Batu Akik Berkhodam, Haramkah?

Mengenai batu akik yang berisi khodam atau penghuni ghaib juga menjadi sorotan tajam akhir-akhir ini. Menurut kang Maman, ALLAH memang menciptakan makhluk selain manusia yaitu jin dan malaikat serta iblis. Dalam Al Qur’an pun dijelaskan bahwa ALLAH menciptakan jin dan manusia tak lain adalah untuk beribadah dan taat kepada-NYA. Jin itu memang ada yang soleh dan ada yang tidak, jin dan makhluk halus lainnya yang senantiasa tunduk pada ALLAH dinilai baik. Bila memang jin menghuni sebuah media / sarana seperti batu akik dan benda ghaib lainnya dan jin itu bersedia membantu manusia dalam menangani masalah hidup ya tidak masalah. Selama manusia tersebut juga meminta hal yang baik serta mampu memenuhi kebutuhan jin tersebut untuk beribadah kepada Allah SWT.

Doa-doa khusus biasanya dibacakan untuk mendatangkan khodam dalam batu akik. Dan inilah yang sangat menarik, para kalangan ahli supranatural seringkali dimintai bantuan untuk melakukan pengisian batu akik tersebut. Bermacam-macam, ada yang isinya khodam yang membantu dalam masalah keuangan, masalah percintaan, masalah rumah tangga dan masalah hutang piutang. Yang paling penting adalah jangan sampai manusia menjadi sombong dan angkuh hanya karena batu akik karena sejatinya jin penunggu batu akik itu bekerja atas ridho dan izin Tuhan.

Semoga bermanfaat dan semoga menambah keimanan kita kepada TUHAN Yang Maha Esa. Barakallah.

 

240 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments