Sholawat Fulus Kiyai Kanjeng Taat Pribadi, Adakah dalam Ajaran Islam? – Mengenai kasus pembunuhan Gani (41 tahun) yang kabarnya dibunuh oleh Kiyai Kanjeng Taat Pribadi seorang dukun pengganda uang asal Probolinggo Jawa Timur memang mendulang kontroversi. Dukun yang mengaku bisa menggandakan sejumlah uang hingga menjadi ratusan kali lipat ini ditangkap dan diamankan oleh Polisi karena kasus pembunuhan sekaligus praktek penipuan yang mengatas namakan yayasan Pondok Pesantren. Ya, pondok Dimas Kanjeng memang sudah memiliki banyak sekali pengikut, namun mereka semua mengaku bahwa memilih menjadi santri atau pengikut Dimas Kiyai Kanjeng Taat Pribadi hanya untuk mempunyai ilmu menggandakan uang.

Ilmu apa sajakah yang diajarkan Kiyai Kanjeng Taat Pribadi pada santrinya?

Dimas Kanjeng Taat Pribadi menamai ilmu tersebut dengan ijazah sholawat fulus. Mendengar kabar adanya ilmu sholawat fulus ini, MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang ada di wilayah Probolinggo geram dan turut angkat bicara. MUI menduga selama ini Padepokan Dimas Kanjeng menurunkan ajaran sesat yang menyimpang dari syariat dan ajaran Islam. Dalam rapat koordinasi internal kemarin, Komisi Fatwa MUI Kabupaten Probolinggo memutuskan untuk mengajukan legalitas fatwa yang isinya bahwa ajaran Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng sesat. Sangat memprihatinkan bagi kehidupan beragama.

Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang terletak di RT 22/RW 08, Dusun Sumber Cengklek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jatim itu memang sangat ramai akhir-akhir ini. Mulai dari para santri yang ingin menuntut hak atas uang mereka yang katanya disebut sebagai uang bibit oleh kiyai kanjeng, hingga para petugas kepolisian yang akan mengusut kasus pembunuhan tersebut.

Pandangan MUI tentang Sholawat Fulus Kiyai Kanjeng

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo yaitu KH Syihabuddin Shaleh mengatakan, selama beberapa kali melakukan kajian, pihaknya mengamankan sebuah buku yang diterbitkan tahun 2012. “Kami mengkaji buku itu dari segi ajaran agama,” kata Syihabuddin.

Buku itulah yang selama ini diamalkan oleh para pengikut Dimas Kanjeng. Buku tersebut memiliki tebal 20 halaman. Sama seperti buku kajian Ilmu Spiritual pada umumnya, buku tersebut berisi tentang sejumlah wirid, amalan, aturan, dan dogma-dogma yang katanya bisa digunakan untuk mendatangkan banyak uang tanpa bekerja. Uang tersebut datang karena anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Sungguh aneh, namun itulah yang menjadi kepercayaan para pengikut Dimas Kiyai Kanjeng.

Dari buku itulah ditemukan banyak ajaran dan aliran sesat yang mengarah pada penistaan agama. Bahkan kata Syihabuddin bahwa masalah salat pun disinyalir menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW. Dan saat ini semuanya sedang diusut dan dikaji oleh pihak MUI Probolinggo karena semuanya perlu untuk diluruskan.

Buku yang dikarang sendiri oleh Kiyai Kanjeng Taat pribadi tersebut disinyalir sesat karena mengandung banyak gerakah solat dan bacaan yang tidak diajarkan oleh Rasulullah.

Dalam wirid yang katanya bisa mendatangkan fulus lewat bacaan solat dan sholawat ada banyak sekali yang keliru, “Misalnya setelah takbir ada bacaan kalimat lain  yang diluar syariat Islam. Ada shalawat fulus juga. Hal yang aneh lagi adalah dalam wirid dan amalan pendatang fulus / uang, tawasul Al-Fatihah untuk rasul cuma sekali. Tapi untuk Dimas Kanjeng Taat Pribadi, baca tawasul Al-Fatihah dilakukan berulang-ulang kali. Bahkan sampai ratusan kali.

Sungguh aneh sholawat fulus yang diajarkan Kiyai Kanjeng Taat Pribadi, semoga anda tidak terjerumus ke dalamnya. Semoga berkah. BARAKALLAH.

1,481 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • sholawat fulus yg asli

Comments

comments