Selain Pembunuhan dan Penggandaan Uang, Taat pribadi Sebarkan Ajaran Sesat – Berita tentang Kanjeng Dimas Taat Pribadi kini kian menyebar di mana-mana. Mulai dari media cetak, media elektronik sampai media sosial. Akun FB, Twitter dan lain sebagainya ramai membicarakan kasus penggandaan uang Kiyai Kanjeng Taat Pribadi. Selain diduga melakukan aksi membunuh santri aksi penggandaan uang juga dinilai aksi kriminal yang merugikan banyak orang. Kini, Dimas Kanjeng juga tersandung kasus baru dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) wilayah Probolinggo, Jawa Timur dengan dugaan mengajarkan ajaran agama sesat yang mencoreng nama baik umat Islam.

Setelah diamankan polisi dan ditangkap paksa di padepokan Kanjeng Dimas yang beralamat di  RT 22 RW 08 Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, ternyata tak sampai disini saja. MUI menduga banyak sekali ajaran tidak bertanggung jawab dan melenceng jauh dari ajaran Islam ia sebar luaskan. Sungguh berat kasus yang dihadapi dukun kondang pengganda uang tersebut.

Bacaan istighosah yang tak sesuai ajaran agama Islam, ajaran solat meliputi gerakan dan bacaan yang sangat menyimpang dari ajaran Rasulullah serta ajaran bacaan wirid dan amalan sholawat yang diajarkannya sungguh sangat meresahkan. Masyarakat yang sudah menjadi pengikutnya diajarkan kesesatan dalam beribadah.

Ketua MUI Jatim, Abdusshomad Buchori mengatakan pendiri Padepokan Dimas Kanjeng juga mengaku dirinya sebagai Tuhan. Buchori menuturkan dia sering menyebut ‘Ingsun iki (saya ini) Tuhan’. Buchori menjelaskan ucapan tersebut sama saja dengan ajaran Syeh Siti Jenar yang mengajarkan wahdatul wujud artinya orang itu adalah zat Tuhan itu sendiri.

Pengikut Taat Pribadi Setorkan Uang Hingga 200 Milliar

Tak hanya korban yang berasal dari Jawa Timur saja, bahkan yang berasal dari Luar Jawa Timur dan khususnya dari Luar Jawa juga turut angkat bicara mengenai kasus ini. Taat Pribadi memang dikenal sebagai dukun sakti, namun tak urung kesaktiannya ini hanyalah rekayasa atau tipuan. Ia hanya memanfaatkan orang yang sedang butuh uang atau tersandung banyak masalah keuangan untuk melancarkan aksi penggandaan uang yang telah dilakoninya semenjak beberapa tahun belakangan ini.

Salah satu korban yang berasal dari luar Jawa adalah almarhum Najemiah Muin. Dia merupakan seorang juragan tanah asal Makassar, Sulawesi Selatan. Najemiah sudah menjadi pengikut Dimas sejak tahun lalu dan dia disebut-sebut sebagai penyetor uang terbanyak di padepokan Dimas Kanjeng. Berdasarkan informasi yang beredar jumlah uang yang disetorkan oleh Najmiah pada Taat Pribadi mencapai Rp. 200 miliar. Ia meminta pada Taat Pribadi untuk mengubahnya dan menggandakanannya menjadi 18 Trilliun.

Informasi tersebut didapatkan dari menantu Najemiah, yaitu Soefian Abdullah. Soefian menyebut tanah Najemiah di Makassar banyak yang telah dijual, dan uang hasil penjualan langsung disetorkan ke Padepokan Dimas Kanjeng.

Setelah sekian lama menjadi pengikut Dimas Kanjeng, dengan uang yang sedemikian banyak yang diberikan oleh Najemiah, ia menjadi orang yang cukup disegani di Probolinggo. Bahkan setiap kali ada pertemuan Najmiah selalu duduk disamping pendiri padepokan yaitu disamping Kiyai Kanjeng Taat Pribadi sendiri. Bahkan Dimas sendiri memanggil Najemiah dengan sebutan Bunda.

Sungguh anda harus berhati-hati dalam melakukan apa saja di dunia ini jangan sampai terjerumus pada hal-hal yang menyesatkan. Semoga informasi ini menambah wawasan kita serta menambah keimanan kita pada Tuhan Yang Maha Esa. Barakallah.

673 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments