Sangiran, Kuburan Massal Para Raksasa. Sudah Tahu?

Sangiran, Kuburan Massal Para Raksasa

Sangiran, Kuburan Massal Para Raksasa. Sudah Tahu? – Sangiran merupakan kawasan situs purbakala yang menyimpan beragam fosil berumur jutaan tahun. Ribuan fosil manusia purba dan hewan yang sebagian ditemukan oleh warga masyarakat sekitar kini tersimpan sebagai koleksi di Museum Purbakala Sangiran. Tak heran jika daerah Sangiran yang terletak di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen ini disebut sebagai The Homeland of Java Man atau kampung halaman manusia Jawa.

Fosil-fosil tersebut menjadi bahan penelitian para ahli arkeologi, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Keberadaan Museum Purbakala Sangiran sebagai sarana edukasi sangat wajib dikunjungi untuk mengenal kehidupan dan peradaban jutaan tahun silam. Tapi dibalik penemuan ribuan fosil purba di Sangiran, ada cerita menarik mengenai fosil-fosil tersebut.


Simak Juga : 


Masyarakat Sangiran menyebut, fosil-fosil yang mereka temukan dengan istilah ‘’balung buto’’ atau tulang raksasa. Kenapa disebut balung buto?. Penyebutan itu bukan tanpa alasan. Masyarakat Sangiran melihat tulang-tulang fosil tersebut berukuran tak lazim, tak seperti tulang pada umumnya, karena berukuran besar dan lebar, ditambah cerita legenda balung buto yang diwariskan turun temurun.

Berikut Cerita Sangiran, Kuburan Massal Para Raksasa

Konon, dahulu kala di bumi dengan hutan dan perbukitan ada sebuah kerajaan yang makmur dan tentram. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Raden Bandung. Meskipun daerahnya tersebut terbilang kurang subur, rakyatnya dengan sabar tetap beternak dan bercocok tanam. Pada suatu waktu, ketentraman kerajaan dan rakyat diusik dengan datangnya rombongan raksasa yang dipimpin oleh Tegapati. Wargapun geger.

Rombongan raksasa tersebut akan merebut tanah mereka. Raden Bandung mencoba melawan mereka tetapi kalah. Kemudian ia menyingkir ke dalam hutan dan bertapa. Setelah 8 windu bertapa, ia mendapat ilham agar menyelam ke dalam telaga yang dikelilingi pohon beringin. Saat menyelam, ia bertemu dengan Dewa Ruci yang memberi wejangan agar Raden Bandung menyangir atau mengasah kuku panjangnya di batu sebagai senjata untuk mengalahkan para raksasa. Dari wejangan Dewa Ruci inilah, nama Sangiran tercipta.

Singkat cerita, Raden Bandung kembali ke kerajaannya dan menyerang para raksasa yang ternyata telah mendirikan kerajaan di wilayahnya. Kuku Raden Bandung mengoyak-oyak tubuh para raksasa tak terkecuali Tegapati yang mati dengan perut terburai dan bangkainya segera dibuang. Mayat para raksasa yang terkubur di tanah Sangiran menjadi tulang belulang  yang akhirnya ditemukan para warga. Balung buto, tulang raksasa, begitulah masyarakat Sangiran menyebut temuan fosil mereka.

Demikian kisah Sangiran, kuburan massal para raksasa. Semoga bermanfaat.

106 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Comments

comments