Ritual Pesugihan Nyi Blorong, Jalan Pintas Menuju Gerbang Kekayaan – Fenomena pesugihan di masyarakat Indonesia tentu tidak asing lagi. Banyak orang mengambil jalan pintas untuk kaya dengan cara mengambil pesugihan. Banyak versi pesugihan yang bisa dipilih, ada yang menggunakan tumbal ada pula yang tidak. Biasanya pesugihan yang menggunakan tumbal memang lebih cepat mendapatkan hasilnya namun resikonya juga besar, bahkan nyawa yang menjadi taruhannya. Namun dengan pesugihan tanpa tumbal, biasanya prosesnya lebih lama namun aman dan tanpa resiko apapun. Salah satu pesugihan yang menggunakan tumbal adalah pesugihan Nyi Blorong. Seperti apa ritual pesugihan Nyi Blorong yang katanya bisa menjadikan seseorang kaya raya dalam waktu sangat singkat?

Sekilas tentang kisah Nyi Blorong, dimana sejatinya dia adalah sosok ular raksasa yang bersemayam di laut Jawa. Sosok Nyi Blorong amat suka dengan teratai, dimana itu menjadi habitat yang disukainya. Pesugihan Nyi Blorong sangat luar biasa, bahkan konon katanya pesugihan ini bisa diulur sampai tujuh turunan (kata orang yang pernah melakoninya) namun resikonya pun sangatlah besar. Sosok Blorong adalah makhluk hidup yang sekujur tubuhnya dipenuhi dengan sisik, bisa mengeluarkan emas saat melakukan senggama dengan orang yang memeliharanya / meminta pesugihan padanya. Sama halnya dengan Nyi Roro Kidul yang menjadikan Pantai Selatan sebagai istananya, maka Nyi Blorong lebih memilih hidup di rawa di wilayah Pantai Selatan juga.

Kata Paranormal Tentang Pesugihan Nyi Blorong

Kang Masrukhan, seorang pakar Ilmu Spiritual menyatakan adalah sangat berbahaya jika anda terlibat dalam pesugihan Nyai Blorong. Berikut komentar Kang Masrukhan.

“Perjanjian yang sering dilakukan adalah si pelaku pesugihan harus memberi imbalan pada ular sebagai sosok Nyi blorong. Perjanjian ini dikenal juga sebagai tebusan atau ‘tumbal’. Sebagai contoh, dalam perjanjian disebutkan kalau kelak pemiliknya sudah meninggal dunia, maka harus ikut menjadi anak buah ular blorong. Begitu mengerikan, tapi banyak juga yang mau dan bersedia. Padahal dia mati tidak bisa langsung ke alam sewajarnya orang setelah meninggal, ia masih harus mengabdi pada seorang jin.”, jelas Kang Masrukhan.

Menurut Kang Masrukhan, saat dirinya melakukan semedi di area pantai selatan, dirinya secara batin melihat ribuan bangkai manusia yang selalu berserakan di rawa-rawa dimana ular Blorong berada. Memang pilihan dan cara pesugihan Nyi blorong bukanlah sebuah hal yang mudah dilakukan dan memang bukan orang sembarangan yang bisa melakukan pesugihan ini. Ada banyak lelaku, ritual dan persyaratan serta pengorbanan luar biasa berat.

Lokasi untuk Mendapatkan Pesugihan Nyi Blorong

Menurut beberapa sumber yang beredar, pesugihan Nyai Blorong ini ada di kawasan lingkar Pulau Jawa. Namun memang ada banyak versi yang menceritakan di daerah mana saja letak persisnya pesugihan Ular Blorong bisa didapatkan. Di kawasan Jawa Barat misalnya, konon meliputi daerah Cimais, Ciberium, atau juga masih ada di daerah lain. Sedangkan di Jawa Timur sendiri ada di daerah Banyuwangi, Pacitan, Tulungagung serta di wilayah Gresik. Sementara di wilayah Jawa Tengah ada di kawasan Parangtritis, Yogyakarta. Tak semua orang bisa melihat rawa dan jasad manusia di area ini karena memang mengandung energi negatif yang diliputi kekuatan ghaib.

Kang Masrukhan menyarankan jangan menggunakan pesugihan Nyai Blorong jika ingin cepat kaya karena bersifat berbahaya serta berlawanan dengan ajaran Islam. Beliau menyarankan agar anda menggunakan sarana Uang Asmak yang lebih aman, tanpa tumbal dan tanpa resiko. Atau bisa menggunakan ilmu pesugihan putih yang menggunakan wirid serta dzikir pesugihan sebagai alat mendatangkan kesuksesan hidup serta kekayaan dengan membuka pintu rezeki yang tertutup oleh energi negatif dan kesialan hidup.

Ingin tahu tentang UANG ASMAK atau ILMU PESUGIHAN PUTIH yang disarankan Kang Masrukhan? YUK SIMAK SELENGKAPNYA DI :

www.UangAsmak.Com atau www.IlmuPesugihan.Com

 

2,711 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • pesugihan putih ki pamungkas

Comments

comments