Ternyata Prabowo Pernah Terima 3 ‘Jimat’ Soeharto

jimat soeharto

Ternyata Prabowo Pernah Terima 3 ‘Jimat’ Soeharto – Soeharto, presiden kedua Indonesia memang berbeda dari presiden lainnya. Hal ini karena Soeharto mampu bertahan  memimpin sebagai presiden paling lama yaitu selama 32 tahun. Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998.

Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Maka dari itu, Soeharto menjadi orang terlama yang menjabat sebagai presiden Indonesia. Sehingga tak heran jika banyak yang percaya selain punya kemampuan memimpin, Soeharto juga punya kekuatan magis.

Dibalik hal tersebut, diketahui kemudian Soeharto mewariskan 3 ‘Jimat’ pada Prabowo Subianto yang saat ini mencalonkan diri sebagai presiden. Lantas, apa sajakah 3 ‘Jimat’ Soeharto yang akhirnya diterima oleh Prabowo?

Hal itu bermula ketika Prabowo Subianto hendak ditugaskan memimpin sebuah operasi, Soeharto memanggilnya menghadap. Dalam benak Prabowo ia akan mendapat sangu dari orang nomor 1 di Indonesia kala itu. “Saat itu, saya sedang dihadapkan pada operasi penting. Saya diminta untuk menghadap Pak Presiden. Ketika itu, di benak saya disuruh menghadap pasti dapat sangu dari mertua.” ujar Prabowo di Depok dalam acara rakornas PKS, Januari 2016 lalu.

Namun ternyata apa yang diberi Soeharto di luar dugaannya. Yang didapat justru adalah 3 hal tak terduga. “Kata bapak saat itu, saya titip tiga hal, yakni ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo.”

“Mengerti? Saya jawab, siap mengerti. Kemudian beliau menjawab, ya sudah selamat bertugas. Jadi sangu saya tiga hal itu, saya tadi berharap dapat sangu ongkos,” kata Prabowo yang disambut tawa para peserta rakornas.

Lalu apa arti ketiga kalimat yang layaknya ‘jimat’ itu?

Berikut penjelasannya:

OJO LALI (Jangan Lupa), mempunyai makna bahwa kita tidak boleh lupa akan keberadaan kita didunia ini, dari mana kita berasal, hidup kita untuk apa, apa yang telah kita kerjakan selama hidup didunia ini dan pada akhirnya kita akan kembali menghadap-Nya serta mempertanggunjawabkan apa yang pernah kita perbuat selama hidup di akhirat nanti.

OJO DUMEH (Jangan Sok), mempunyai maksud bahwa kita tidak boleh arogan (sok) dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sok kuasa atas segalanya, karena diatas kekuasaan yang kita miliki tidak akan pernah abadi, masih ada kekuasaan yang kekal, yang serba MAHA, yaitu TUHAN.

OJO NGOYO (Jangan Ambisius), mempunyai tujuan agar kita dalam menggapai suatu cita-cita, harapan dan keinginan tidak boleh terlalu berambisi karena akan merugikan banyak orang termasuk diri kita sendiri, karena akan menempuh berbagai macam cara tanpa memperdulikan dampak dari perbuatan tersebut terhadap orang lain yang pada akhirnya juga akan berimbas pada diri kita sendiri.

Demikian 3 ‘jimat’ Soeharto yang akhirnya kini terus dijaga oleh Prabowo Subianto hingga beliau mencalonkan diri sebagai presiden.

260 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments