Padepokan Dimas Kanjeng, Rahasia Sukses Penipuan Penggandaan Uang – Bila kita menilik dan berkunjung di Padepokan Dimas Kanjeng, maka kita akan melihat sebuah fenomena yang sangat aneh disana. Seperti sebuah bumi perkemahan, di dalam padepokan ini juga demikian. Banyak sekali dibangun tenda-tenda yang memang menjadi persyaratan bagi para klien / pasien Taat pribadi yang ingin menggandakan uangnya menjadi milliaran bahkan trilliunan rupiah.

Dalam Padepokan Dimas Kanjeng, terdapat 74 tenda yang dijadikan pondokan bagi para santri yang hendak belajar ilmu penggandaan uang. Lahan yang ada seluas 4000 Meter persegi dan dihuni ribuan orang pengikut padepokan tersebut. Ada yang dibangun dengan arsitektur tradisi Bali dan ada yang dimodel seperti pondok bambu. Bahkan dahulu tenda tersebut bisa menampung hingga 6000 pengikut yang sama-sama menantikan pencairan dana yang sudah disetorkan pada Taat pribadi untuk dijadikan gunungan uang.

Awal Mula Berdirinya Padepokan Dimas Kanjeng

Dahulu pada tahun 2006, padepokan Dimas Kanjeng merupakan sebuah mushola kecil yang hanya mampu menampung sekitar 20 an jamaah saja. Namun seiring tersebarnya berita tentang kesaktian Dimas Kanjeng Taat Pribadi, semakin banyak orang yang menjadi pengikutnya. Hingga sampai pada berita penangkapan Dimas Kanjeng 22 September lalu, pengikut padepokan diprediksi mencapai 23 ribu orang. Begitu luar biasa memang, namun sayangnya semua itu hanyalah korban penipuan dari Taat pribadi semata akibat iming-iming penggandaan uang.

Sebenarnya, Padepokan Dimas Kanjeng bukan menggunakan Uang Ghaib sebagai ilmu penggandaan uang yang bisa didatangkan hanya dalam waktu satu malam saja. Padepokan ini dibangun tahap demi tahap. Seperti halnya pengembangan organisasi massa yang bertumpu pada banyaknya pengikut. Bahkan hingga kini, para pengikut padepokan Dimas Kanjeng masih setia bertahan di tenda pondok yang ada di lahan padepokan tersebut.

Mereka semua mengaku tidak akan meninggalkan padepokan dimas kanjeng tanpa perintah dari Taat Pribadi. Sungguh hebat sugesti yang diberikan Taat Pribadi pada semua jamaahnya tersebut. Padahal dikabarkan bahwa Taat pribadi hanyal menyebarkan ajaran sesat yang tidak ada manfaatnya sama sekali bahkan sangat merugikan bagi para pengikutnya tersebut. Sudah banyak uang yang mereka setorkan, sudah banyak harta yang mereka keluarkan. Namun meski tak ada hasilnya, nyatanya mereka masih setia dan bertahan untuk menunggu janji dari sang dukun palsu pengganda uang.

“Saya tidak akan pergi sebelum ada perintah gaib dari guru saya,” kata Nasrudin, warga asal Indramayu yang sudah beberapa bulan tinggal di kompleks padepokan.

Sungguh semakin memprihatinkan keadaan di negeri ini. Semoga anda bisa berhati-hati, jangan sampai anda menjadi korban berikutnya atau menjadi korban padepokan sesat yang mengatas namakan Islam. Barakallah

804 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Comments

comments