Naik Haji Secara Ghaib, Mbah Kasrin Cengangkan Warga Rembang – Mbah Kasrin, seorang tukang becak asal Dukuh Gembul Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang ini sungguh luar biasa. Kisah hidupnya yang sangat unik karena dia mengaku telah berangkat ke tanah suci mekah untuk menunaikan ibadah haji, padahal Kemenag (Kementerian Negeri Agama) setempat mengaku tidak ada nama Kasrin asal Rembang dalam daftar calon jamaah haji Indonesia.

Sosok tukang becak yang dikenal begitu ramah ini bisa mangkal di depan Masjid Jami’ Lasem. Setelah pulang dari beribadah haji ke Tanah suci, mbah Kasrin pun pulang ke kediamannya yang sederhana. Telah banyak para tetangga berdatangan untuk menengok sang Haji yang berangkat dengan penuh kejadian aneh ini. Mbah Kasrin sibuk menceritakan semua pengalaman anehnya saat berada di tanah Suci Mekah atau saat naik haji secara ghaib.

Mengawali cerita, Mbah Kasrin mengaku bahwa sejak berangkat pada hari Selasa malam (23 Agustus 2016) lalu dan selama berada di sana (Mekah) ia terus membuntuti sosok ibu Indi. Diakui Kasrin, Ibu Indi adalah sosok yang berperan penting di balik kepergiannya ke tanah suci. Indi merupakan sosok dari dunia yang berbeda, yang telah menjadi pelanggan / pengguna jasa becaknya sejak sekitar 21 tahun silam.

Mbah kasrin bercerita bahwa rumah pelanggannya itu tak jauh dari Balai Desa Ngemplak, kecamatan Lasem kabupaten Rembang. Sebelum mengenal sosok Ibu Indi, mbah Kasrin mengatakan bahwa lokasi rumah sosok perempuan itu adalah hamparan tanah kosong, tak ada satupun rumah di sana.

Sejak mengenal ibu Indi, Mbah Kasrin pun bercerita bahwa dalam pandangan matanya hamparan tanah kosong di situ ada rumah yang berdiri megah. Tapi mungkin jika yang melihat adalah orang lain, di situ masih tetap hamparan tanah kosong. Tak ada rumah sama sekali disana.

Saat Naik Haji Ghaib di Tanah Suci Mekah

Semenjak berangkat dari rumah hingga sampai disana dan berada di tanah Suci Mekah, Mbah Kasrin mengaku diperintahkan oleh sosok Indi ini untuk terus memegangi pakaian bagian belakang. Bahkan sejak naik bus dari Lasem, sosok perempuan ghaib ini berada di samping mbah Kasrin. Mereka berdua duduk di bagian tengah bis, namun sepertinya orang-orang yang ada di bus tersebut tidak menyadari keberadaan mereka berdua. Ya itulah penuturan mbah Kasrin menceritakan pengalaman naik haji secara ghaib yang ia alami.

Sesampainya rombongan jamaah haji di Debarkasi Donohudan, Boyolali, hal serupa juga dialami mbah Kasrin.

“Sesampainya di Solo dulu ya naik pesawat bareng-bareng dengan rombongan dari Rembang. Ya naik begitu saja, gak diperiksa atau gimana-gimana,” kata Mbah Kasrin.

Sesampinya di tanah suci, Mbah Kasrin pun selalu diwanti-wanti oleh sosok ibu Indi agar jangan sekalipun terpisah darinya. Karena, Ibu Indi mengatakan jika sampai terpisah dengannya maka Mabah Kasrin tak akan bisa pulang kembali ke tanah air. Selama berada di Tanah Suci Mekah, Mbah Kasrin selalu mengikuti kemanapun Ibu Indi berada. Hal ini berjalan hingga 44 hari.

“Di sana, di tanah suci selama 44 hari menunaikan ibadah haji, saya selalu nginthil bu Indi. Baik saat sa’i, tawaf mengelilingi Ka’bah, salat, dan lain-lain,” tutur Mbah Kasrin.

Subhanallah, begitu agung Yang Maha Kuasa. Begitu Luar Biasa anugerahnya yang tak pernah bisa kita pikirkan dengan logika, yang tak pernah bisa kita telaah dengan indera manusia. Semua itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan pada orang-orang tertentu seperti Mbah Kasrin. Rasa kepeduliannya pasa sesama, rasa ikhlasnya untuk berjuang dalam hidupnya serta usaha, doa dan tawakkal yang ia lakukan membuahkan hasil yang luar biasa. Mungkin, sosok ibu Indi adalah malaikat yang dikirim Allah untuk mengantarkan Mbah Kasrin berangkat haji, meski ia hanya baik haji secara ghaib. Apapun yang terjadi, semua amalan itu tergantung niat. Semoga bermanfaat. Barakallah.

1,325 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments