Mitos Pesugihan Kera Ngujang Jawa Timur – Di desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terdapat sebuah pemakaman yang cukup terkenal di daerah tersebut. Ada dua sisi jalan yang menjadi lokasi pemakaman, yaitu di sisi barat jalan itu dikenal sebagai pemakaman orang-orang keturunan China sementara di sisi timur terdapat makam warga Ngujang. Yang menjadikan pemandangan disini lebih menarik daripada pemakaman lainnya adalah banyaknya para peziarah yang datang dengan meminta pesugihan. Banyak orang yang menyebutkan bahwa pesugihan disini disebut pesugihan kera, padahal tumbal yang digunakan bukanlah tumbal kera. Hanya karena legenda dan Mitos Pesugihan yang terlanjur beredar di lokasi ini.

Makam disana memang biasa saja seperti layaknya pemakaman umum, namun ada satu makam di sudut bagian barat ada satu makam yang memiliki bangunan berbeda dengan makam yang lain. Di dekat makam itu terdapat patung dan lukisan yang menggambarkan kerabat dan aktivitas sang tokoh di masa hidupnya serta di dalamnya terdapat ruang tamu lengkap dengan kursi dan meja tamu. Rumor yang beredar bahwa meja dan kursi tersebut akan mengeluarkan suara-suara aneh pada malam-malam tertentu. Masyarakat meyakini bahwa suara tersebut adalah suara para roh kerabat sang tokoh yang sedang bercengkerama. Dari sinilah mitos pesugihan dimulai.

Mitos Pesugihan Kera Ngujang dan Tumbalnya

Untuk mendapatkan pesugihan jenis ini, mitos pesugihan yang beredar para pemandu pesugihan biasanya mengajak sang pelaku pesugihan untuk mengunjungi suatu sumur tua dalam kompleks tersebut. Di permukaan sumur tersebut akan ditunjukkan wajah-wajah para kerabat atau anaknya sendiri. katanya, wajah yang nampak pada sumur itulah yang akan dijadikan tumbal pesugihan dan sang pelaku bisa memilih wajah yang sesuai dengan tingkat kekayaan atau pesugihan yang diinginkannya. Parahnya lagi, bila ingin sangat kaya tanpa henti sampai tujuh turunan maka sang pelaku boleh memilih semua wajah yang ada di permukaan sumur. Bila telah terjadi kesepakatan, sang pelaku akan digiring dalam satu ritual khusus yang dilakukan tepat disebelah makam Sunan Syekh Sarkelo. Reaksi ritual itu akan terjadi 1-2 minggu, karena pada kurun waktu tersebut pelaku pesugihan akan menjadi orang kaya mendadak dari jalan yang tak terduga sebelumnya.

Bila datang waktunya, sang gaib pemberi pesugihan akan datang untuk menagih janji tumbal pesugihan. Tumbal yang diminta adalah nyawa, yang akan diajak menjadi pengikut di kerajaan kera. Tak heran jika kera-kera penghuni makam tersebut adalah jelmaan anak-anak yang menjadi tumbal pesugihan orang tuanya. Sang anak dibawa ke makam ketika pelaku pesugihan melakukan ritual dan entah bagaimana kuasanya si anak akan menjadi kera dari bentuk fisik dan jiwanya benar-benar berubah. Ya, itulah mitos pesugihan Kera Ngujang.

Sungguh ironis sekali, ketika harta telah membuat manusia membabi buta. Tanpa peduli ia menjadikan anak mereka alat untuk memperkaya diri. Mengorbankan jiwa raga sang anak untuk kebahagiaan semu di dunia, padahak anak merupakan titipan dan amanah dari sang Ilahi robbi. Pantaskah anda melakukan hal seperti itu hanya demi harta? Ingatlah saudaraku bahwa harta bukan jaminan kebahagiaan dan harta bukanlah segalanya. Demikian mitos pesugihan Kera Ngujang yang bisa anda jadikan wawasan. Semoga Berkah. BARAKALLAH

2,107 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • https://www majalahparanormal com/mitos-pesugihan-kera-ngujang-jawa-timur/
  • kera ngunjang
  • Ciri ciri monyet pesugihan
  • Ciri ciri orang yang pesu
  • ciri ciri pesugihan monyet
  • penangkal pesugihan monyet
  • pesugihan kethek tulungagung anak dijadikan monyet

Comments

comments