Mitos Gunung Bibi, Ibu Kandung Gunung Merapi. Sang Penjaga Alam dan Manusia

Gunung Bibi, Ibu Kandung Gunung Merapi. Sang Penjaga Alam dan Manusia

Mitos Gunung Bibi, Ibu Kandung Gunung Merapi. Sang Penjaga Alam dan Manusia – Jika Anda mendengar kata Gunung Merapi pastilah langsung terbesit kisah misteri dan mistis ratusan bahkan ribuan tahun silam. Gunung yang dinobatkan sebagai gunung teraktif di dunia tersebut hingga kini masih terus menebar teror dengan aktivitas vulkaniknya, sehingga memerlukan pengawasan ketat dan kewaspadaan tingkat tinggi.

Dalam mitologi Jawa, Gunung Merapi merupakan pusat para lelembut dan makhluk halus berada. Ia juga dipercaya sebagai penjaga sekaligus pelindung Keraton Surakarta dan Yogyakarta secara gaib. Setiap tahun, kedua keraton tersebut memberi persembahan dengan mengadakan upacara adat labuhan.

Istilah ‘Merapi Tak Pernah Ingkar Janji’ memang nyata adanya. Gunung Merapi adalah kawan sekaligus lawan. Sebagai kawan karena ia memberi kesuburan dan kesejahteraan bagi manusia di sekitarnya. Tapi tak jarang, ia tiba-tiba datang dan berubah jadi lawan yang siap menyerang siapa saja dengan muntahan lahar dan wedhus gembelnya yang dahsyat. Tercatat, peristiwa erupsinya Gunung Merapi sering memberi dampak yang sangat luar biasa.


Baca Juga : 

Beberapa Tempat Angker di Gunung Merapi ini Sungguh Mengerikan

Segoro Gunung Dan Kisah Mistis Yang Melegenda


Jika diibaratkan, Gunung Merapi seperti anak kecil yang ‘nakal’ dan sulit dikendalikan. Untuk itulah perlu ‘pamomong’ atau penjaga agar Merapi tak nakal lagi. Dalam budaya masyarakat sekitar, dikenal tentang mitos Gunung Bibi Sang Pamomong Merapi. Gunung Bibi dianggap sebagai ibu kandung Merapi. Mitos ini masih dipercaya oleh masyarakat di lereng Merapi wilayah Boyolali, terutama di daerah Cepogo, Ampel, Selo, dan sekitarnya. Lalu, bagaimana cerita Gunung Bibi? Berikut cerita mitos Gunung Bibi, ibu kandung Gunung Merapi, sang penjaga alam dan manusia.

Mitos Gunung Bibi, Ibu Kandung Gunung Merapi. Sang Penjaga Alam dan Manusia

Gunung Bibi terletak di sisi timur Gunung Merapi dan berlokasi di wilayah Kecamatan Selo. Secara geologis, Gunung Bibi sudah ada jauh sebelum Gunung Merapi terbentuk dan berusia  lebih tua dibandingkan Gunung Merapi sekarang. Jarak antara puncak Gunung Bibi dan Merapi sekarang sekitar 2,5 Km. Sampai saat ini, Gunung Bibi merupakan Kawasan larangan yang berbahaya karena masih dihuni oleh hewan-hewan liar dan makhluk gaib. Banyak kejadian mistis yang dialami para pendaki yang tersesat dan akhirnya ditemukan di Gunung Bibi.

Gunung Bibi bagi masyakarat sekitar adalah tameng atau perisai dari amukan Gunung Merapi saat erupsi. Warga tak merasa khawatir wedhus gembel dan lahar Merapi menyentuh desa mereka. Warga meyakini bahwa saat Gunung Merapi Meletus, penunggu Gunung Bibi akan menyabetkan selendang, sehingga awan panas akan berbalih arah ke Kali Gendol. Kejadian tersebut biasanya ditandai dengan kilatan putih dari Gunung Bibi dan setelah itu awan panas akan beralih ke tempat lain.

Begitulah kisah mitos Gunung Bibi, ibu kandung Gunung Merapi, sang penjaga alam dan manusia. Dari kisah Gunung Bibi kita belajar bahwa keseimbangan alam dan manusia hanya bisa dicapai dengan saling menjaga, merawat, dan memelihara dengan sebaik-baiknya, tanpa merusaknya. Semoga bermanfaat.

 230 total views,  1 views today

Comments

comments