Menguak Ritual Seks Pesugihan di Petilasan Makam Roro Mendhut – Ritual seks pesugihan tak hanya terjadi di wilayah Gunung Kemukus, namun juga terjadi di petilasan makam Roro Mendhut. Di makam inilah banyak orang meminta pesugihan dengan melakukan ritual yang sangat aneh yaitu ritual seks yang tidak tahu entah darimana ajaran ritual ini. Banyak orang berdatangan ke makam Roro Mendhut, bukan untuk ngalap berkah dari sang tokoh legendaris, namun justru kemaksiatan yang mengatas namakan ritual pesugihan. Bagaimana asal usul ritual seks pesugihan ini? Mari kita simak ulasan berikut ini!

Mengingat kisah Roro Mendhut, kita akan teringat sebuah kisah kasih tak sampai diantara Roro Mendhut dan Pranacitra. Keduanya memiliki cinta sejati yang dibawa sampai mati dan kisah ini sangat terkenal di tanah Jawa. Layaknya legenda di kawasan benua Eropa tentang Romeo dan Juliet, hingga akhir hayatanya pun kisah Roro Mendut dan Pronocitro tetap ada hingga saat ini dan masih banyak diceritakan di masyarakat.

Makam Roro Mendhut, Tempat Ritual Seks Pesugihan

Bukti cinta keduanya adalah makam yang dikeramatkan di sebuah kebun milik warga desa Gandu, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Bila kita datang di kawasan pemakaman ini kita akan merasa sangat prihatin karena makam yang harusnya membawa berkah ini justru tak terawat dan terkesan angker. Bahkan penanda makam hanya dibuatkan sebuah rumah kecil yang dalam bahasa Jawa disebut dengan cungkup. Pada bangunan cungkup yang berukuran 4 x 5 meter tersebut dua buah makam yaitu makam Roro Mendhut dan Pranacitra kekasihnya.

Nisannya pun sangat sederhana sekali, hanya terbuat dari kayu dengan tinggi setengah meter bukan dari batu seperti biasanya nisan makam.

Menurut Ani, warga yang tinggal di kawasan makam Roro Mendhut ini mengatakan bahwa makam tersebut tidak terawat sejak juru kunci makam Roro Mendhut meninggal dunia. Kebetulan juru kunci itu masih Ani sehingga sedikit banyak ia mengetahui tentang kisah Roro Mendhut. Menurut Ani, makam Roro Mendut dan Pronocitro ini banyak dikunjungi warga yang ingin mengalab berkah. Bahkan hampir setiap hari ada saja orang yang datang untuk ngalab berkah di makam itu, baik berziarah maupun dengan niat dan tujuan tertentu. Orang / pengunjung banyak yang berkunjung terutama di malam tertentu seperti malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon.

“Makam ini akan ramai didatangi orang pada malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon, kedua hari inilah yang banyak dipilih orang untuk melakukan ritual dan diyakini akan membuat terkabul semua permintaan,” ujar Ani.

Tujuan Ritual Seks Pesugihan di Makam Roro Mendhut

Di makam tersebut mereka (para peziarah) melakukan ritual seks pesugihan yang bertujuan untuk beberapa hal diantaranya meminta penglaris. Dari sekian permintaan pengunjung, kebanyakan meminta penglarisan agar supaya banyak pelanggan, banyak pembeli dan usahanya lancar. Mereka yang berprofesi sebagai pedangan tentu ingin agar dagangan mereka laris, para Pekerja Seks atau wanita malam juga ingin agar dirinya nampak cantik sehingga disukai banyak pelanggan dan semakin menjadi primadona seperti Roro Mendhut yang dikenal cantik jelita.

Hal ini diyakini, karena semasa hidup, Roro Mendut merupakan seorang pedagang rokok yang sukses. Jadi, tuah makam Roro Mendut ini dipercaya sangat membantu mendatangkan berkah pula bagi mereka yang berprofesi sebagai pedagang. Namun tak semudah itu untuk meminta penglarisan di makam Roro Mendhut, perlu prosesi ritual yang harus dipenuhi.

Mereka yang datang harus membawa sesajen berupa kembang setaman dan dupa / kemenyan. Mereka juga harus menyediakan bedak serta rokok untuk sesajen. Diyakini kedua benda inilah yang sering dibawa Roro Mendut ketika berjualan rokok semasa hidupnya dahulu. Mengawali ritual pesugihan, dupa dan kemenyan tersebut dibakar sambil meletakkan sesajen beserta bedak dan rokok di dekat pusara nisan Roro Mendhut. Setelah itu peritual memanjatkan keinginan yang diharapkannya di dalam hati saja atau dengan suara yang sangat lirih.

Supaya proses ritual yang dilakukan itu sempurna, membuahkan hasil seperti yang diinginkan maka disarankan untuk melakukan serangkaian ritual sebanyak tiga kali. Lebih baik dilakukan secara berturut-turut sebanyak 3 hari.

Setelah memanjatkan doa dan permohonan di depan pusara Roro Mendut dan Pronocitro, para pengunjung yang mencari pelarisan ini harus melakukan prosesi ritual mengelilingi kompleks luar makam. Perjalanan mengelilingi makam ini cukup dilakukan sekali saja. Gerak putaran mengelilingi makam ini harus berlawanan arah dengan putaran jarum jam alias bergerak dengan arah putaran ke arah kiri ke kanan.

Ritual Seks Pesugihan setelah serangkaian ritual lainnya

Setelah semua ritual diatas dilakukan, ada satu hal berbau erotis yang harus dilakukan oleh sang pengalap berkah yaitu ritual seks pesugihan di makam keramat tersebut. Mereka diwajibkan melakukan persetubuhan atau melakukan hubungan seksual antara pria dan wanita yang merupakan pasangan sahnya agar permohonan yang dilakukan dapat terkabul. Ritual seks pesugihan ini dimaksudkan sebagai simbol penyatuan jiwa antara dua insan manusia, seperti halnya cinta Roro Mendut dan Pronocitro yang dibawa sampai mereka berdua mati.

Itulah hal aneh dalam serangkaian ritual seks pesugihan di makam Roro Mendhut. Semoga bermanfaat untuk anda. Barakallah

 

656 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • tempat pesugian di banten
  • makam keramat di sleman
  • Pesigihan kayu nisan
  • pesugihan roro mendut
  • situs makam sunan kalijaga jawa barat

Comments

comments