Legenda Ratu Kalinyamat, Ratu Sakti dari Tanah Jepara – Ratu Kalinyamat atau yang memiliki nama asli Retno Kencono adalah seorang ratu sakti dan melegenda di Indonesia. Kesaktian Ratu Kalinyamat terkenal di seluruh nusantara. Berawal dari kematian sang suami yaitu Sultan Hadlirin yang dibunuh oleh Arya Penangsang membuat Ratu Retno Kencono begitu terpukul. Duka yang mendalam ia rasakan semenjak suaminya meninggal dunia. Dirinya pun berkeinginan untuk meninggalkan istana beserta gemerlap kehidupannya saat menjadi seorang Ratu.

Legenda Ratu Kalinyamat dimulai saat ia bertapa di bukti Danaraja Tulakan, yang banyak dikenal masyarakat sebagai “Tapa Senjang Rambut”. Kabar terbunuhnya Arya Penangsang di tangan Sultan Sutowijoyo atau Jaka Tingkir membuat Ratu Kalinyamat bersedia mengakhiri pertapaannya dan segera menggantikan suaminya menjadi Raja. Ratu Retno Kencono akhirnya dinobatkan sebagai Ratu penguasa tanah Jepara dengan gelar Nimas Ratu Kalinyamat tepatnya pada tanggal 10 April 1549. Beliau berkuasa kurang lebih selama 30 tahun dan di tangan beliaulah Jepara mengalami masa kejayaan. Oleh karenanya, atas jasa dan perjuangan Ratu Kalinyamat akhirnya pada tanggal 10 April dijadikan sebagai hari Jadi Kota Jepara. yang  ditandai dengan Candra Sengkala TRUS KARYA TATANING BUMI yang berarti terus bekerja keras untuk membangun daerah.

Legenda Ratu Kalinyamat ditunjukkan dengan kemasyhurannya, hingga kisah hidup beliau ditulis oleh orang Portugis Diego de Couto dalam buku “Da Asia” menyebutkan Ratu Kalinyamat “Rainha da Japara, senhora poderosa e rica” yang artinya adalah Ratu Jepara adalah seorang perempuan yang kaya dan berkuasa besar. Sedang orang Portugis menjulukinya sebagai “De kranige dame” yaitu seorang wanita yang pemberani, wanita berwibawa dengan semangat juang yang tinggi.

Ratu Kalinyamat begitu keras terhadap penjajah, hingga ia sangat menentang adanya penjajahan Belanda di Indonesia. Bahkan sejarah legenda Ratu Kalinyamat menyebutkan bahwa beliau dengan lantang sambil menghunus keris andalan kerajaan dia berkata “Langkahi mayatku dulu bila penjajah ingin masuk Nusantara”

Sikap anti penjajahan pun ditunjukkan dengan menyerang Portugis di Malaka sebanyak dua kali pada tahun 1550 dan 1574. Di masanya, pelabuhan Jepara di jadikan pelabuhan transit perdagangan nusantara berskala internasional. Mampu membangun armada Angkatan Laut yang sangat tangguh untuk melindungi kerajaannya. Keberanian Ratu Kalinyamat diakui baik lawan maupun kawan.

Begitulah cerita legenda Ratu Kalinyamat dengan keberanian dan ketegasannya membawa Jepara menjadi daerah yang diakui di Indonesia sebagai daerah yang hebat dan berpotensi besar dalam berbagai karya seni dan ukirannya, hingga saat ini. bahkan sampai ke manca negara. BARAKALLAH

 

8,174 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • pusaka ratu kalinyamat
  • biodata ratu kalinyamat
  • legenda jepara

Comments

comments