Kiyai Kanjeng Taat Pribadi, Lakukan Pembunuhan Demi Tutupi Aksi Gandakan Uang – Kasus penemuan Mayat berusia 40 Tahun di kawasan jembatan Kedung Areng, Sendang, Wonogiri nampaknya menjadi awal kesialan dari dukun pengganda uang, Kiyai Kanjeng Dimas Taat Pribadi. Kini kasus pembunuhan itu terungkap sudah. Mayat yang diduga merupakan jasad dari Abdul Gani warga Probolinggo ditemukan dalam kondisi kepala yang tertutup kantong plastik warna hitam. Penemuan mayat ini terjadi pada 14 April 2016 lalu.

Menurut keterangan polisi, aparat menemukan mobil korban di luar wilayah wonogiri dan saat ditemukan mobil telah terparkir di tepi jalan. Polisi juga mengaku telah mendapatkan bukti beberapa sidik jari yang menempel di dalam mobil. Kasus pembunuhan ini ternyata erat kaitannya dengan sang dukun pengganda uang asal Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur. Dukun sakti yang dikenal dengan nama Kiyai Kanjeng Dimas Taat Pribadi ini dikenal luas di masyarakat lewat aksi prakteknya menggandakan uang.

Terbunuhnya Abdul Gani disebut-sebut terjadi setelah melakukan praktek penggandaan uang bersama dengan Kiyai Taat Pribadi. Abdul Gani merupakan salah satu santri yang menghuni Padepokan Taat Pribadi. Namun kini, sang Kiyai Kanjeng Taat Pribadi telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes RP Argo Yuwono. Diduga ada 11 tersangka yang terkait dalam kasus tersebut.

Informasi yang dihimpun, modus pembunuhan tersebut diduga diawali dengan sikap korban yang akan membongkar rahasia padepokan yang diasuh oleh Taat Pribadi. Motif pembunuhan ini diawali dari sang korban yang diberikan pinjaman uang dan untuk menyerahkan uang tersebut sang korban harus datang ke salah satu ruangan di padepokan yang sudah disiapkan oleh Kiyai Kanjeng. Saat penyerahan uang pinjaman inilah, Gani (korban) diduga dipukul dan dijerat oleh orang suruhan Kiyai Kanjeng Taat Pribadi hingga tewas pada April 2016 lalu.

Kini Kiyai Kanjeng Dimas Taat Pribadi dijerat Pasal 340 jo Pasal 55 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman 15 tahun sampai hukuman mati akibat ulah dan perbuatan bejatnya.

Ritual Penggandaan Uang Terganggu Menjadi Motif Pembunuhan?

Sebenarnya bukan seolah-olah menipu, Kiyai Kanjeng sudah banyak melakukan ritual dan laku batin untuk dapat melakukan aksi penggandaan uang. Hanya saja aksi sang santri (Gani) ini membuatnya geram. Kerap kali Gani mengganggu gurunya yang tengah melakukan ritual untuk menggandakan uang karena sejatinya Gani tidak yakin apakah Taat Pribadi benar-benar bisa menggandakan uang atau tidak. Bahkan kerap kali Gani mengintip sang Guru yang tengah melakukan aksi ritual.

Entah apa motif di balik pembunuhan ini yang pasti aksi penggandaan uang ini mampu menarik perhatian publik di negeri ini. Ingat, segala ilmu ghaib, ilmu kanuragan, ilmu supranatural dan segala ilmu spiritual alangkah baiknya jika digunakan dalam hal kebaikan. Sebuah keilmuwan yang mampu menambah keimanan kita kepada ALLAH SWT, sang Maha segalanya yang wajib kita sembah. Bukan salah dari Kiyai Kanjeng dalam menguasai Ilmu Ghaib, namun salah niatnya dalam menggunakan kemampuannya itu dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita tetap diberikan ketabahan dan keimanan agar tidak salah kaprah dalam melakukan apapun di dunia ini. Barakallah.

1,092 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Comments

comments