Kisah Ritual Tapa Wudo Sinjang Rambut Ratu Kalinyamat

Misteri Tempat Tapa Wudo Sinjang Rambut Ratu Kalinyamat

Kisah Ritual Tapa Wudo Sinjang Rambut Ratu Kalinyamat – Siapa yang tak kenal Ratu Kalinyamat? Seorang ratu sakti tanah Jepara yang terkenal denga laku prihatin dengan tapa wudo sinjang rambut. Bagi sebagian masyarakat terutama daerah Jepara meyakini, laku tapa wudo sinjang rambut yang dilakukan Ratu Jepara bernama asli Retna Kencana tersebut nyata adanya. Banyak para kaum hawa yang melakukan ritual tertentu agar mendapat aura pesona Ratu Kalinyamat. Tapi sebelum menguak misteri ritual tapa wudo sinjang rambut Ratu Kalinyamat, apakah punya daya pemikat? Simak dulu, kisah tentang Ratu Kalinyamat berikut.



Kekuasaan dan jabatan memang membutakan. Ia diperebutkan oleh siapa saja yang merasa berhak mewarisi. Semua pihak bahkan mengklaim dirinyalah yang kuasa mendapatkannya, sehingga muncul persaingan. Tak jarang membuat perang saudara yang didasari balas dendam tak berujung hingga anak turun. Kisah mula ritual tapa wudo sinjang rambut Ratu Kalinyamat pun juga demikian.

Kisah tersebut berawal saat Kerajaan Demak Bintoro mengalami kemelut panjang perebutan kekuasaan pengganti raja. Sepeninggal Sultan Demak II, Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor terjadi perebutan Kekuasaan Demak antara Raden Trenggono dan Pangeran Sekar. Putra Raden Trenggono yang bernama Sunan Prawoto akhirnya membunuh pamannya, Pangeran Sekar, agar ayahnya berhasil menduduki tahta Demak. Dengan demikian, ia yang kelak akan mewarisi Kerajaan Demak pasca Sultan Trenggono.

Konflik berlanjut ketika kekuasaan Demak jatuh ke tangan Sunan Prawoto. Hal tersebut membuat putra Pangeran Sekar, Arya Penangsang sakit hati dan hendak membalas kematian ayahnya sebagai pewaris sah Kerjaaan Demak. Sunan Prawoto berhasil dibunuh oleh orang suruhan Arya Penangsang. Dendam kesumat Arya Penangsang membuat ia melakukan tumpes kelor dengan menghabisi seluruh trah keturunan Sultan Trenggono. Sultan Hadlirin Sultan Hadlirin suami Ratu Kalinyamat juga terbunuh ole serangan pasukan Arya Penangsang.

Kisah Ritual Tapa Wudo Sinjang Rambut Ratu Kalinyamat

Terbunuhnya Sultan Hadlirin membuat  Ratu Kalinyamat bersumpah, “Ora pisan-pisan ingsun jengkar soko topo ingsun yen ingsun durung biso nganggo keset jembule Aryo Panangsang”. Ratu Kalinyamat tidak akan menuntaskan  laku tapa sebelum keramas dengan darah Arya Penangsang dan menjadikan rambutnya sebagai keset. Ritual bertapa Ratu Kalinyamat dikenal dengan tapa wudo sinjang rambut.

Tempat ritual tapa wudo sinjang rambut Ratu Kalinyamat terletak di Bukit Donorojo, Dusun Sonder, Desa Keling, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Jepara. Pertapaan sepi nan sunyi Ratu Kalinyamat sampai saat ini masih digunakan oleh warga untuk menggelar ritual sedekah bumi. Bagi yang percaya, tempat pertapaan Sang Ratu juga digunakan untuk ngalap berkah kekayaan, pelarisan, posisi jabatan hingga pengasihan dan kecantikan bagi kaum hawa. Ritual bertapa diadakan pada hari khusus setiap Kamis Pon dan malam Jumat Wage. Sebelum bertapa, para pengunjung diminta bersuci dengan mandi dan berendam di Sendang Kamulyan untuk bersuci. Para pengunjung juga ada yang sengaja mengambil tanah untuk di bawa pulang dan dijadikan jimat.

Ritulal tapa wudo sinjang rambut artinya bertapa telanjang beralasakan rambut sebagai penutup. Ritual tersebut sangat terkesan negatif dan termasuk perbuatan asusila karena telanjang tanpa busana. Tapa wudo sinjang rambut Ratu Kalinyamat ditafsirkan secara lahiriah saja tanpa menggali maksud kiasan dari ritual tersebut. Arti tapa wudo sinjang rambut bermakna melepas segala hal keduniawian atau kekuasaan sebagai ratu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan YME agar segala doa, hajat, keinginan, dan cita-cita dapat tercapai. Semua itu hanya bisa dicapai dengan keteguhan dan keyakinan akan kekuasaan Tuhan YME melalui laku spiritual.

Demikian kisah ritual tapa wudo sinjang rambut Ratu Kalinyamat. Semoga menjadi inspirasi. Barakallah..

 288 total views,  1 views today

Comments

comments