Banyak pertanyaan mengenai ki gendeng pamungkas apalagi dengan kisah pertaubatan beliau singkat cerita

Tahun 1998, adalah tahun pertobatan bagi Ki Gendeng. Menurutnya, di Tahun itu dia bersama istri dan anak-anak bisa pergi bersama ke Timur-Tengah Untuk menunaikan suatu tugas rohani. Di tempat yang dituju, dia mengaku kalau Dia tidak mendapat apa-apa, cuma senang-senang saja.

“Di sana saya tidak Dapatin apa-apa, cuma senang-senang saja melihat anak dan istri saya,” tandasnya. Karena belum mendapatkan sesuatu yang berarti, Ki Gendeng kembali mengulangi perjalanan ke Timur-Tengah beberapa kali, antara lain tahun 1989,1991, dan tahun 1992.

Pada tahun ’92 ini, Ki Gendeng merasakan sesuatu yang aneh terjadi padanya. Di Timur-Tengah ini, tiba-tiba saja dia mengalami kelumpuhan kaki dan tak bisa berjalan. Waktu itu, ibunya berbicara, “kamu lumpuh karena dosa perbuatan kamu. Jadi kamu harus  bertobat saja sekarang”.

Karena Ki Gendeng lumpuh dan tak bisa berjalan, dia dibawa kembali ke Kamar hotelnya. Di kamar tersebut dia sedang sendiri dan mengunci pintu rapat-rapat. Entah tidak tahu berapa lama, tiba-tiba anaknya yang nomor dua menggedorgedor pintu  kamarnyasambil berteriak memberitahu kalau ada kebakaran. Teriakan tersebut ditanggapi dingin olehnya, yang kebetulan juga dia tidak dapat berjalansaat itu. Saat itu juga seorang room boy hotel yang kebetulan beragama Kristen menuturkan, bahwa dia melihat cahaya bersinar terang sekali di ruangan kamar hotelnya. Kembali dia mengunci pintu kamarnya. Dari ruangan yang lain ibunya  menelepon supaya dia menenangkan diri dulu lalu kembali berdoa dan bertobat lagi. Untuk menanggapi perkataan ibunya dengan serius, jam tiga sorenya, Ki Gendeng pun sembahyang lagi dan minta pertobatan. Saat sembahyang secara imannya, ibu dan rombongan mereka melihat bahwa Ada orang yang menggandengnya. Namun dia

tidak percaya. Ketika Ki Gendeng menanyakan siapa yang menggandengnya, mereka hanya terdiam saja. Tapi tanpa disadarinya dia sudah bisa berjalan saat itu. Dan malah sudah berjalan berkeliling kali. Yang dia dapat rasakan ketika itu adalah bahwa ada yang memegang tangan kanannya. Putrinya berbicara bahwa ada orang yang memegang tangannya. Pertanyaan yang sama pun diarahkan kepada putri kesayangannya tersebut. “Siapa orang yang menggandeng saya. Dengan agak ketakutan, anak perempuan saya itu menjawab “Yesus”,” kisahnya.

Hal tersebut menjadi suatu pertanyaan besar baginya. Sebab, menurutnya nggak mungkin Yesus hadir di tempat mereka itu. Ki Gendeng masih tidak percaya. Apalagi, imannya saat itu bukan sebagai pengikut ‘Yesus’. Hanya dipercayainya saat itu adalah kakinya sudah sembuh dan dapat berjalan kembali.

Ibunya datang lagi dan berkata, “kamu tadi digandeng sama Yesus ?”. Ki Gendeng pun berfikir lagi. “Enggak mungkin ibunya  berbohong. Akhirnya, Dia pun menyadari hal tersebut serta mengakui dan percaya bahwa yang menggandengnya tadi

adalah Yesus,” katanya.

 

Lantas Ki Gendeng bertanya pada mereka, apa yang harus diperbuatnya. Kesimpulannya, dia disuruh berterima kasih pada tuhan yang mereka sembah saat itu. Namun, anaknya yang nomor dua menyarankannya supaya dia berterima kasih kepada Yesus saja. Akhirnya Ki Gendeng berterima kasih seperti yang disarankan anaknya. Tetapi, mungkin karena punya kekuatan ‘magic’ dan menakutkan orang, kekerasan hati masih tetap mendominasinya. Buktinya, walaupun dia sudah berterima kasih, Ki Gendeng ngggak mau kalau dia dijadikan pengikut Yesus. Sebelum kembali masuk ke kamar hotelnya,dia masih sempat-sempat berbincang-bincang serius dengan room boy hotel tadi.

Maenjelang malam kemudian dia nggak bisa tidur memikirkan hal aneh yang terjadi padanya. Sebelumnya, setelah masuk kamar, jendela kamar hotel dibukanya dan dia mendongak ke langit serta bertanya, “benarkah Yesus menggandeng tangan saya ? Saat itu juga saya menantang supaya Yesus itu menampakkan wujud pada dirinya”.

Ketika itu memang suhu udara di kamarnya dingin sekali. Dan tidak tahu kenapa, dia juga agak susah untuk membalikkan badan.  Berkali-kali dia coba tetap saja tak mampu, hingga akhirnya saat dia berhasil membalikkan badan ke belakang dan menoleh, tiba-tiba saja dia melihat suatu cahaya putih yang terang sekali. Melihat cahaya terang yang ada saat itu, sempat membuatnya berfikir,

“jangan-jangan ini Yesus. Tapi cahaya ini modelnya seperti yang pernah saya lihat di gambar Yesus”. Lalu dia terjatuh dan tak sadarkan diri.

Pukul 01 dini hari waktu setempat, Ki Gendeng dan keluarga sembahyang lagi. Di sini juga dia merasakan sesuatu yang lain yang belum pernah ditemuinya. Tiba-tiba saja dia merasakan ada kasih yang menjamahnya. Di negara itulah Ki Gendeng menemukan, mengerti dan dapat menerima ‘Kasih Yesus sekaligus sebagai Tuhannya’.

 

KEHILANGAN ILMU DAN DENGAR KHOTBAH

Setelah pertemuannya dengan Yesus dan pulang di tanah air, Ki Gendeng ternyata masih menjalankan profesinya sebagai tukang santet. Dia tidak sadar kalau saat dia menerima Yesus sebenarnya dia sudah kehilangan ilmu pamungkas dan ‘Voodoo’. Hingga suatu hari ada orang yang minta supaya dia menyantet seseorang dengan langsung dibuat mati atau lumpuh. Tunggu punya tunggu, orang yang disantet juga tidak mati-mati bahkan lumpuh sekali pun tidak, hingga mengecewakan langganannya. Beberapa order juga sudah sempat ditandatangani untuk melakukan penyantetan.

Sama seperti yang dialami orang pertama, langgananlangganannya yang Lain pun mengajukan protes sebab ilmunya sudah tidak manjur lagi. Karena Tidak mau dipermalukan, Ki Gendeng pun terpaksa  mengembalikan uang, biaya para pasien yang sempat diterima dan berkata bahwa dia harus berguru lagi. Menyadari ilmu magic, khususnya Voodoo sudah luntur, maka dia pun menyimpulkan bahwa dia bukan seorang paranormal lagi. Di sisi lain, karena dia sudah menerima Yesus dihatinya, maka dia juga mulai sering mendengar khotbahkhotbah para hamba Tuhan, termasuk ketika itu adalah

“Kebetulan memang saya suka dengan ceramah-ceramahnya, karena saya pikir lucu, itu pendeta Gilbert,” ungkapnya sambil tertawa. Namun, tak diduga dan tak disangkanya ketika Ki Gendeng sedang berada di salah satu bandara, Jakarta untuk melakukan perjalanan, mantan paranormal tersebut bertemu dengan Gilbert, hamba Tuhan yang dianggapnya suka melucu itu. Dengan penuh keyakinan, mantan paranormal inipun menghampiri dan berbicara, “Pak pendeta saya ini penggemar anda”! Lalu dijawab Gilbert :’apa yang kamu lihat dari saya ? karena anda lucu kalau berceramah,” timpal Ki Gendeng lagi. Selanjutnya terjalinlah dialog di antara  mereka.

BUNUH DIRI TAPI ENGGAK ‘MATI-MATI’

Bak gayung bersambut. Ketika itu Gilbert memang mau berkhotbah ke Surabaya, dan Ki Gendeng juga ingin pulang ke Surabaya. Karena itu, Ki Gendeng minta supaya dia diperkenakan ikut bersama. Selama di perjalanan, Ki Gendeng banyak mempergunakan kesempatan yang ada untuk bertanya seputar Yesus dan rohani Kristen, juga pertobatannya ketika berada di luar Indonesia. Akhirnya, Ki Gendeng juga minta supaya dia ditumpangi tangan dan didoakan. Sejak saat itu, Ki Gendeng mendapat nama baru “Paulus” dan minta supaya mereka terus bisa berhubungan. Tapi hubungan kontak mereka tidak dapat berjalan terus. Kecewa karena tidak dapat lagi menghubungi Gilbert, karena Paulus tidak tahu kalau nomor telepon Gilbert sudah berubah, Ki Gendeng yang sudah bernama Paulus sempat mencari-cari dan coba melakukan kekuatan santet, tetapi tidak berhasil.

Menyadari kalau dia selama ini sudah banyak berbuat dosa, seringkali membuatnya sedih dan menyesal. Ki Gendeng pernah berusaha mau menghabisi nyawanya. Termasuk ketika dia mencoba bunuh diri dengan meminum obat pembasmi serangga, memegang arus listrik, tapi nggak mati-mati. Bahkan, ketika ada kerusuhan di Jakarta, Ki Gendeng juga

 

minta dirinya supaya ditembak dengan peluru tajam, namun tetap tidak bisa menghilangkan nyawanya. Secara jujur dia mengakui bahwa sebenarnya tidak mudah baginya untuk melepaskan kuasa kegelapan yang menyelimuti dirinya. Saat ini, kata Ki Gendeng, dia, istri, anak-anak, ibu, kaknya yang pertama dan adiknya yang kelima sudah menerima Yesus seperti dirinya. Paulus atau Ki Gendeng yang bermotto “berikan yang terbaik untuk diri kita sendiri dan sesama” ini, juga memohon supaya dia dan keluarganya dibantu dengan doa.

588 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • alamat ki gendeng pamungkas praktek 2017
  • cerita ki gendeng pamungkas tentang ilmu voo doo

Comments

comments