Gelar Raja Nusantara Bagi Pengganda Uang, Kiyai Kanjeng Taat Pribadi – Di tengah bulan Januari 2016 lalu, Kiyai Dimas Kanjeng Taat Pribadi dikukuhkan sebagai Raja Nusantara dengan gelarnya “Sri Raja Prabu Rajasa Nagara” di Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Taat Pribadi dinobatkan oleh para Raja-raja Nusantara yang berkunjung ke Probolinggo. Taat Pribadi terjerat banyak kasus, mulai dari kasus penipuan, kasus pembunuhan santri bernama Gani (41 tahun) hingga kasus penyebaran ajaran sesat kepada para pengikutnya di padepokan Dimas Kanjeng. Namun Taat Pribadi tetap menjadi sosok yang terpandang di mata masyarakat Jawa Timur kususnya Probolinggo.

Hal ini dilakukan setelah raja-raja Nusantara memberi gelar kerajaan dan bangsawan kepada pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, KH Mutawakkil Alallah, serta KH Moh Hasan Saiful Islam dan Wakil Gubernur Jatim di Ponpes Genggong. Bayangkan saja, Taat Pribadi yang dikenal sebagai dukun palsu pengganda uang disejajarkan dengan para tokoh ternama di Jawa Timur. Apa yang bisa membuatnya begitu disegani? Lalum benarkah ia dukun palsu, penipu dan pengganda uang yang sangat ulung? Entahlah, hal ini masih menjadi teka-teki yang perlu dijawab. Banyak orang bingung akan kebenaran kasus ini.

Pengukuhan Taat Pribadi Sebagai Raja Nusantara

Kedatangan para Raja Nusantara di Probolinggo bertujuan untuk memberikan santunan pada anak yatim dan para fakir miskin di daerah Probolinggo. Karena saat itu Dimas Kanjeng Taat Pribadi dikenal sebagai orang yang sangat kaya maka ia pun disejajarkan dengan Raja Nusantara. Kabarnya, Taat pribadi turut memberikan sumbangan yang banyak sekali jumlahnya kepada anak yatim dan fakir miskin.

Saat Raja Nusantara datang ke Probolinggo dan mengunjungi Padepokan Dimas Kanjeng, ternyata Padepokan penggandaan uang tersebut telah disulap menjadi sebuah kerajaan megah yang sangat tersohor, lengkap dengan simbol-simbol kerajaan.

Saat pelantikan menjadi Raja Nusantara, para raja itu adalah Ketua Asosiasi Kerajaan dan Kraton Indonesia (AKKI) Shri Lalu Gde Pharmanegara Parman, Raja Skalabrak Puspanegara, Raja Langgoi Irwan Estikaka, Raja Aceh Tengku Surya Nusa, Sultan Bulungan Datuk Hamid, Raja Kulisusu Sulawesi Tengah, Raja Andi Firdaus, Raja Maros Andi Baso Anwar Sulawesi Selatan, Raja Lombok Gafar Ismail Kartanegara, Raja Lampung Sugayo Nor, Raja Batudengdeng Jalaluddin Arzaki, Sultan Demak Bintoro Surya Alam, Resi Agung Nusantara Koni Herbayo, serta raja dan sultan lainnya. Luar Biasa memang sosok Taat Pribadi ini di mata masyarakat.

Pencitraan yang begitu sempurna dibalik kasus yang menjeratnya saat ini. Bahkan semua sultan dan Raja Nusantara tersebut secara bergantian melakukan prosesi atas pengukuhan Taat Pribadi sebagai Sri Raja Prabu Rajasa Nagara. Istri Kanjeng juga dikukuhkan sebagai permaisuri Nyi Ajeng Rahmawati. Usai pengukuhan, Shri Lalu Gede mengatakan, semua kerajaan Nusantara memang telah melebur ke NKRI. Namun, para rajanya masih menyimpan rahasia dan cahaya yang masih terus dicari.

Dari sini jelas bahwa Taat pribadi dianggap sebagai orang yang membawa cahaya penerangan bagi masyarakat karena dianggap jasa penggandaan uangnya tersebut mampu mengentaskan kemiskinan. Masih banyak teka-teki dan semakin meninggalkan pertanyaan yang semakin sulit pula untuk dijawab. Untuk mengetahui berita lebih lanjut mengenai dimas kanjeng taat pribadi, terus ikuti artikel di Majalah Paranormal.Com

Semoga menjadi berkah, dan semoga bermanfaat untuk anda.

 

438 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • peninggalan kerajaan kulisusu
  • raja nusantara com penipu

Comments

comments