Fenomena Dimas Kanjeng Menurut Pakar Sosiologi

Fenomena Dimas Kanjeng Menurut Pakar Sosiologi – Masih berkutat mengenai kasus penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dimana fenomena ini masih begitu hangat dibicarakan di masyarakat. Padepokan dimas kanjeng yang didalangi oleh Taat Pribadi telah menghipnotis ratusan pengikutnya untuk menyerahkan mahar berupa uang milyaran rupiah dan menjanjikan sebuah iming-iming luar biasa. Taat pribadi mengatakan dirinya bisa menyulap milyaran rupiah menjadi trilliunan rupiah, sebuah iming-iming yang menggiurkan siapa saja. Namun begitu tidak logis bila uang bisa digandakan. Oleh karenanya pakar sosiologi ikut mengkaji adanya fenomena penggandaan uang Dimas Kanjeng.

Fenomena Dimas Kanjeng Menurut Pakar Sosiologi dapat dikaji dari seorang sosiolog ternama dari Universitas Nasional atau Unas bapak Sigit Rochadi yang menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi menyebabkan keresahan  di kalangan masyarakat dan termasuk fenomena ketimpangan sosial. Sehingga dari sini muncullah tindakan irrasional atau tindakan di luar akal manusia seperti misalnya menyerahkan uang mahar hanya untuk digandakan. Lalu bagaimana jika uang itu gagal digandakan? Efeknya tentu adalah kerugian besar yang mempengaruhi psikologis masyarakat dan mengganggu kehidupan.

Seperti apa Fenomena Dimas Kanjeng di Lingkup Sosial?

Sama halnya dengan fenomena ketimpangan sosial lainnya, Fenomena Dimas Kanjeng Menurut Pakar Sosiologi juga menimbulkan masalah di lingkup sosial. Misalnya dalam bidang politik. Salah satunya perubahan sosial politik yang berlangsung sekitar 20 tahun terakhir mencakup berbagai aspek yang menimbulkan ketimpangan sosial yang tajam.

“Mereka yang tertinggal berusaha mengejar dengan menggunakan cara-cara irasional untuk segera menikmati hasilnya. Keterbukaan masyarakat dengan demokrasi telah mendorong kompetisi terbuka di segala bidang terutama dalam mendapatkan status, kekuasaan dan kekayaan,” kata Sigit kepada tim Majalah Paranormal.

Respon masyarakat yang begitu cepat pada penawaran menggiurkan tentang uang membuat fenomena Dimas Kanjeng menjadi spektakuler. Banyak diantara masyarakat Indonesia yang menggunakan jalan metafisika sebagai alternatif terakhir dalam menyelesaikan masalah terutama masalah finansial. kelompok metafisika menempuh jalan pintas dengan cara yang sulit dipahami nalar dalam mencapai tujuannya. Mereka melakukan berbagai ritual yang sulit diterima akal sehat, tetapi mereka percaya bahwa itu adalah proses dalam mencapai tujuan.

“Sesaji, persembahan, seks dan sebagainya yang oleh orang lain dipahami sebagai perilaku menyimpang, bagi kelompok itu dipahami sebagai kewajiban yang harus dipenuhi. Di sini tidak ada perilaku menyimpang bagi kelompok itu karena sejak awal mereka sadar bahwa cara yang mereka tempuh berbeda dengan kebanyakan orang,” Jelas Sigit.

Hal ini dianggap wajar apabila seseorang sudah menemui jalan buntu dan sudah berada pada titik jenuh berkepanjangan atas masalah hidup yang tak kunjung usai. Jalan satu-satunya untuk menghindari adanya tindakan irrasional adalah memperkuat energi spiritual dan memperkuat iman kita pada Yang Maha Kuasa agar jalan yang kita tempuh tidak melewati jalan irrasional seperti fenomena Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang merugikan masyarakat.

Itulah Fenomena Dimas Kanjeng Menurut Pakar Sosiologi, semoga bermanfaat untuk anda. BARAKALLAH

1,198 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments