Dukun Palsu Berkedok Penggandaan Emas Padepokan Ksatrian Satriaji – Setelah marak kasus Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi kini muncul berita baru yang cukup meresahkan masyarakat Indonesia yaitu aksi penggandaan emas. Mengatas namakan padepokan Ksatrian Satriaji, aksi dukun palsu ini mengaku bisa menggandakan emas dengan sebuah ilmu supranatural. Emas, baik berupa emas batangan maupun dalam bentuk perhiasan disulap menjadi tumpukan emas oleh sang dukun. Tentu saja ini bukan emas asli, melainkan emas palsu dan para santrinya dikelabuhi hingga mereka percaya bahwa sang dukun memang memiliki kesaktian bias menggandakan emas.

Padepokan yang dipimpin oleh Anton Hardianto tersebut menjadi sarang emas dalam beberapa waktu dekat ini. Aksi penggandaan emas oleh Anton ini juga mengundang perhatian banyak warga. Bayangkan saja, emas yang anda setorkan akan menjadi gunungan emas yang begitu banyak. Siapa yang tidak tergiur dengan iming-iming tersebut? Namun kini aksi penipuan tersebut terungkap dan pelaku pun sudah diamankan.

Kasus Dukun Palsu Berkedok Penggandaan Emas

Hampir sama dengan kasus pembunuhan Abdul Gani, warga Probolinggo yang dikabarkan dibunuh oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi, penggandaan emas juga terungkap melalui kasus pembunuhan. Kasus ini terungkap setelah polisi mengusut kasus pembunuhan terhadap Ahmad Sanusi (20) warga Cipayung, Jakarta Timur; dan Shendy Eko Budianto (29) warga Wonogiri. Keduanya menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh pemimpin padepokan tersebut. Dalam perburuan Anton Hardianto di Lampung, polisi juga membekuk seseorang bernama Ryan. Polisi masih mendalami peran Ryan dalam kasus tersebut.

Dalam menjalankan aksinya, korban dimintai mahar berupa mobil avanza warna putih milik korban. Modus tersebut kemudian dijadikan sebuah jalan untuk membunuh korban. Setelah dimintai mahar mobil dan juga meminta emas yang akan digandakan (harga emas ditaksir bernilai puluhan juta rupiah), korban pun dibunuh. Anton berpura-pura mengajak korban untuk melihat emas yang akan digandakan tersebut di daerah Tangerang.

Padepokan tersebut memang ada hanya untuk menipu. Sehingga orang-orang atau pengurus yang ada di dalamnya hanyalah orang suruhan Anton untuk membantu aksinya menipu banyak korban. Anton sang dukun palsu mengatas namakan Ilmu Supranatural untuk menjalankan aksinya. Ia banyak memberikan janji bahkan banyak memberikan omongan yang tinggi untuk meyakinkan para korban. Bahkan ia mengaku memiliki banyak khodam / perewangan dalam mengamalkan ilmu penggandaan emas.

Dari kedua kasus tersebut, aksi penggandaan uang dan penggandaan emas dapat disimpulkan bahwa anda jangan sampai tergiur dengan janji atau iming-iming seorang dukun. Bisa jadi semua itu akan merugikan diri anda sendiri. Berhati-hatilah dalam memilih Pakar Spiritual atau Guru Supranatural.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda, Barakallah.

195 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Comments

comments