Dimas Kanjeng Diduga Memiliki Ilmu Membelah Diri – Heboh Dimas Kanjeng Taat Pribadi memang tak jua mendapatkan titik terang dan masih terus berlanjut hingga saat ini. Kasus demi kasus yang tak terpecahkan kini kian merambah semakin luas. Topik tentang Dimas Kanjeng Taat Pribadi kian gencar dibicarakan. Kasus utama, yaitu kasus Gani (41 tahun) warga Probolinggo, Jawa Timur yang tewas terbunuh justru semakin tenggelam. Terbunuhnya Gani diduga merupakan ulah sang dukun pengganda uang, Taat Pribadi.

Sebuah penuturan dari warga Brebes yang juga menjadi pengikut padepokan Dimas Kanjeng mengaku bahwa janji Taat Pribadi untuk mengubah uangnya menjadi berlipat ganda belum jua tersampaikan. Dirinya belum juga merasakan hasil dari uang mahar yang disetorkan pada Taat pribadi, dimana sang dukun pengganda uang itu berjanji akan menjadikan uang Mahar yang disetorkan menjadi berlipat-lipat jumlahnya.

Ilmu Membelah Diri Dimas Kanjeng

Hal aneh yang perlu digaris bawahi adalah meski Taat Pribadi sudah terjerat berbagai kasus, baik kasus pembunuhan, kasus penipuan berkedok penggandaan uang hingga kasus penyebaran ajaran sesat yang menyimpang dari norma agama. Namun para pengikutnya yang berasal dari Brebes Jawa Tengah ini masih yakin dan percaya bahwa ia (Taat Pribadi) mempunyai ilmu membelah diri. Suatu ilmu yang jarang dimiliki oleh orang jaman sekarang karena tirakatnya yang berat serta kelangkaan ilmu kanuragan tersebut.

Warga Brebes ini percaya bahwa yang ditangkap polisi bukanlah Taat pribadi yang sebenarnya melainkan duplikat dari Pimpinan Dimas Kanjeng tersebut. Ilmu membelah diri yang dikuasai Dimas Kanjeng Taat pribadi mampu membuatnya berubah wujud menjadi banyak. Sungguh aneh dan tidak dapat dipikir dengan logika namun pengikutnya yang satu ini sangat yakin akan kehebatan Taat Pribadi.

Bahkan mereka (para pengikut Dimas Kanjeng) masih meyakini bila di luar sana Dimas Kanjeng Taat pribadi sedang bersemedi untuk menggandakan uang karena sifat Taat pribadi yang sangat memikirkan keadaan santrinya serta memikirkan nasib orang miskin yang membutuhkan bantuannya. Menurut warga, Makdum (nama pengikut Dimas Kanjeng asal Brebes) mengenal Dimas Kanjeng pada 2011. Dia diajak Danuri, warga Desa Pulogading, dan Muhadi asal Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Desa Rancawulu, Edi Supriyadi. Ia mengatakan keluarga tersebut masih percaya Dimas Kanjeng punya kesaktian membelah diri menjadi lebih dari satu orang. Para pengikutnya ini juga masih tidak percaya bila Taat pribadi melakukan pembunuhan terhadap Gani. Mereka semua beranggapan bahwa, “Lalat di tangan saja tidak ditabok, apalagi manusia”. Karakter Taat pribadi dinilai sangat penyabar dan penyayang juga lemah lembut pada sesama, apalagi pada para santrinya. Ya, itulah penilaian dari para santri pengikut padepokan penggandaan uang tersebut.

Dilihat dari keadaan para pengikut Dimas Kanjeng tersebut sepertinya mereka sudah dicuci otak. Apapun kesalahan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mereka tidak percaya dan masih yakin bila Taat pribadi adalah sosok Guru Besar yang sangat bijaksana.

Padahal, keluarga tersebut sudah menjadi korban penipuan dengan cara tidak masuk akal. Bahkan pihak kerabat santri dibantu TNI dan Polri juga sudah memberikan pengarahan dan nasihat bahwa yang mereka lakukan selama ini salah dan segera bertobat. Namun entah apa yang dimiliki Dimas Kanjeng Taat Pribadi hingga ia mampu memberikan pengaruh yang sangat besar bagi para santrinya, serta mendapatkan kepercayaan yang luar biasa.

966 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments