Daya Pikat Arca Roro Jonggrang di Candi Prambanan

Daya Pikat Arca Roro Jonggrang di Candi Prambanan

Daya Pikat Arca Roro Jonggrang di Candi Prambanan Siapa yang tak kenal Candi Prambanan? Candi bercorak Hindu di Jawa Tengah itu disebut-sebut sebagai candi tercantik se Asia Tenggara oleh UNESCO. Bagaimana tidak, Candi Prambanan terdiri dari tiga Candi Trimurti, yaitu Candi Siwa, Wisnu, Brahma serta 224 Candi Perwara atau candi pendamping. Tek heran jika Candi Prambanan diklaim sebagai salah satu candi termegah se-Asia Tenggara.

Candi Prambanan juga disebut Siwagrha atau Rumah Siwa karena terdapat arca Siwa Mahadewa di ruang utama sebagai dewa yang diutamakan. Candi Prambanan dibangun oleh Raja Mataram Kuno Rakai Pikatan pada abad ke-9, kemudian dilanjutkan oleh raja berikutnya Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu. Tetapi Candi Prambanan sempat tak terurus ketika Kerajaan Mataram Kuno berpindah ke Jawa Timur karena bencana alam. Reruntuhan Candi Prambanan kembali ditemukan pada masa Raffles dan mulai dipugar secara besar-besaran pada masa Presiden Ir. Soekarno.

Legenda Roro Jonggrang

Dibalik kemegahan dan keagungan Candi Prambanan, ternyata menyimpan cerita yang melegenda. Candi Prambanan dikaitkan dengan kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Kisah tersebut bermula ketika ayah Bandung Bondowoso yang bernama Prabu Damarmoyo berhasil dikalahkan oleh Prabu Boko dalam sebuah peperangan. Bandung Bondowoso yang mengetahui ayahnya dikalahkan marah besar dan menantang Prabu Boko hingga menewaskannya.

Saat Bandung Bondowoso menguasai kerajaan, ia melihat putri raja yang cantik bernama Roro Jonggrang dan bermaksud menikahnya. Karena mengetahui Bandung Bondowoso adalah pembunuh ayahnya, maka Roro Jonggrang mempunyai niat licik akan bersedia menikah dengannya tetapi harus ada syarat, yaitu meminta membangun 1000 candi dalam waktu semalam sebelum fajar menyingsing.


Baca Juga  Legenda : 


Bandung Bondowoso menyanggupinya. Singkat cerita, dengan bantuan bala tantara jin Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan sejumlah 999 candi. Roro Jonggrang mulai khawatir dan melakukan tipu muslihat agar pembangunan candi itu gagal. Ia membangunkan gadis-gadis desa menumbuk padi di lesung, seolah fajar telah menyingsing. Seketika itu pula ayam-ayam mulai berkokok. Melihat pagi akan segera dating, bala tantara jin menghentikan pekerjaanya dan lari. Bandung Bondowoso merasa gagal dan kecewa karena telah dipermainkan Roro Jonggrang. Dengan kemarahannya, ia akhirnya mengutuk Roro Jonggrang menjadik batu arca sebagai pelengkap 1000 candi yang dibangunnya.

Daya Pikat Arca Roro Jonggrang di Candi Prambanan

Jika Anda berkunjung ke Candi Prambanan, tentu penasaran dengan sosok arca batu yang dipercaya sebagai bentuk kutukan Roro Jonggrang. Dalam pandangan masyarakat, Roro Jonggrang bisa diartikan sebagai gadis semampai. Nah, Roro Jonggrang dipercaya merujuk pada arca Durga Mahisasuramardhini yang terletak di bilik sebelah utara dari Candi Siwa. Arca Durga Mahisasuramardhini pada masa lalu mempunyai daya pikat yang luar biasa bagi penduduk setempat. Mereka sering melakukan ritual dengan tujuan-tujuan tertentu. Hal itu terbukti pada bagian dada dan pinggul arca terlihat halus dan berkilauan lantaran seringnya dielus dan dipuja sebagai sesembahan. Ada yang mengatakan, pada bagian dada arca terbuat dari lempengan logam yang bersinar cemerlang di antara tumpukan batu-batu candi.

Mereka yang datang pasti membawa persembahan berupa aneka sesajen, dupa dan kemenyan, beras, bunga-bunga serta uang. Bahkan ada persembahan berupa kambing-kambing hidup. Ritukal itu kini tentu telah berubah seiring berjalannya waktu dengan upacara-upacara resmi agama Hindu, seperti Tawur Agung Kesanga pada rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi di Candi Prambanan.

Itulah kisah daya pikat arca Roro Jonggrang di Candi Prambanan dan bersiaplah mengagumi pesonanya.

 1,563 total views,  3 views today

Incoming search terms:

  • https://www majalahparanormal com/tag/dongeng-roro-jonggrang-dalam-bahasa-sunda/

Comments

comments