Candi Merak, Ritual Penambah Daya Pikat Penari Ronggeng – Di wilayah kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tepatnya di desa Karangnongko berdirilah sebuah situs peninggalan sejarah amat sakral yang dikenal dengan Candi Merak. Candi merak merupakan bangunan jaman kerajaan Mataram yang bercorak Hindu dimana patung Dewa Ganesha menghiasi sekeliling dinding candi tersebut. Pohon cemara yang tertanam di sekitar lingkungan candi membawa kesejukan pelataran candi Hindu ini.

Nama Merak yang menjadi nama Candi ini bukan berasal dari ciri bangunannya yang menyerupai burung merak, bukan pula dari corak dindingnya yang memiliki relief burung merak. Konon kabarnya, dari cerita yang beredar bahwa nama merak diambil dari kawasan candi tersebut yang banyak terdapat burung merak kala itu. Rumor yang berkembang bahkan mengatakan bahwa pada hari-hari tertentu di sekitar candi ini nampak seekor burung merak gaib.

Ritual Sakral Penari Ronggeng di Candi Merak

Bukan karena fenomena mistis dari cerita candi merak ini yang menarik perhatian, akan tetapi yang menjadikan Candi Merak ini istimewa adalah pemandangan gerombolan orang yang melakukan ritual dan olah batin pada hari tertentu. Biasanya orang-orang yang berprofesi sebagai penari ronggeng, dalang serta orang-orang hindu lah yang melakukan ritual tersebut.

Ritual tersebut diawali dengan tari merak yang dipercaya bahwa tarian yang dibawakan oleh para penari merak tersebut akan mampu memberikan aura dan semangat spiritual terhadap sang penari. Sehingga dengan menyerap energi spiritual dari candi ini para penari akan menjadi berkharisma. Begitupun dengan para dalang. Dengan mengadakan pagelaran wayang krucil (wayang yang menggunakan dadak merak) diharapkan mampu menyerap energi spiritual dari candi merak ini sehingga para dalang bisa lebih hidup dalam memimpin pagelaran pewayangan.

Para warga mengaku tak tahu kapan dan darimana adat tersebut bermula, tapi yang pasti para penari ronggeng atau penari tayub lah yang paling sering datang ke tempat ini. Alasannya bahwa burung merak adalah sosok yang dipandang dapat menginspirasi para penari untuk menyerap tuahnya dengan melakukan ritual di candi tersebut. Hari Selasa Kliwon diyakini menjadi hari baik bagi terlaksananya ritual ini, sehingga tak heran jika pada hari tersebut pelataran menjadi ramai dan penuh pagelaran wayang serta tarian merak. Selain itu alasan lain dipilihnya Selasa Kliwon sebagai hari baik untuk ritual adalah karena di hari itu muncul burung merak gaib dan bahkan muncul juga merak raksasa dengan bulu berwarna putih mulus sebagai raja dari kawanan merak gaib tersebut.

Dengan ‘melobi’ raja merak tersebut, sang penari ronggeng bisa memiliki kekuatan daya pikat atau semacam kekuatan pelet sehingga saat menari ia mampu mempesonakan para penonton. Daya tarik ini muncul seiring meningkatnya kemampuan menari sang penari. Dengan begitu maka sang penari akan semakin diidolakan, semakin banyak job dan pundi-pundi rupiah kian menumpuk.

727 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • penari ronggeng
  • Gambar penari bulu burung merak

Comments

comments