Biografi Soekarno : Kisah Misteri di Balik Kematian Presiden RI Pertama – Ir. Soekarno, dikenal sebagai putra terbaik Bangsa ini yang sosoknya tak bisa ditemukan lagi sampai saat ini. Bapak Proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia tersebut menjabat selama 21 tahun, yaitu mulai tahun 1945 hingga 1966. Kemerdekaan Republik Indonesia tidak akan terwujud tanpa campur tangannya. Sang pencetus Pancasila, penggagas pertama ideologi bangsa ini. Menurut biografi Soekarno, beliau lahir di Surabaya Jawa Timur, 6 Juni 1901 hingga meninggal di Jakarta pada tanggal 21 Juni 1970 di usia 69 tahun.

Mengidap penyakit gagal ginjal membuat Soekarno harus dirawat hingga ke Austria, yaitu di Wina pada tahun 1961. Bahkan Prof. Dr. K. Fellinger dari Fakultas Kedokteran Universitas Wina menganjurkan supaya ginjal kiri Soekarno diangkat namun sang Presiden menolaknya dan justru ia memilih pengobatan tradisional. Dari Biografi Soekarno dinyatakan bahwa dirinya akhirnya meninggal setelah bertahan selama 5 tahun dalam penderitaan gagal ginjal.

Biografi Soekarno yang paling membuat diri kita miris dengan negeri ini adalah, dalam masa kritis hingga meninggal sang bapak proklamator menyandang status tahanan politik. Bayangkan, seorang proklamator sekaligus pejuang bangsa meninggal dengan keadaan seperti itu. Apakah memang negeri ini tidak menghargai jerih payah para pahlawan?

Misteri Kematian Soekarno yang Masih menjadi Kontroversi

Kang Masrukhan, seorang pakar Ilmu Spiritual menyatakan bahwa dirinya adalah salah satu pengagum Soekarno. Kepada Tim Majalah Parapsikologi beliau banyak bercerita, salah satunya adalah tentang misteri kematian Ir.Soekarno yang masih menjadi teka teki hingga saat ini. lalu bagaimana dengan biografi Soekarno mengenai kematiannya?

“Saya sudah baca buku Biografi Soekarno, saya salah satu pengagum beliau. Namun di akhir hidupnya sungguh miris dan tragis, dimana seorang pejuang bangsa seperti dirinya harus meninggal dalam status sebagai tahanan politik. Itu kan sangat-sangat tidak adil ya, jerih payah yang dibalas dengan air tuba”, jelas Kang Masrukhan mengawali pembicaraan.

Meninggalnya sang proklamator kemerdekaan Indonesia sampai sekarang menyisakan misteri. Perawatan penyakit, masalah pemakaman dan pembatasan keluarga Soekarno sampai sekarang menjadi cerita yang tidak pernah selesai dan menjadi kontroversi dan misteri. Dari Biografi Soekarno, ada seorang doktor yang merawat beliau di Hong Kong bernama Wu Jie Ping. Doktor tersebut menyatakan bahwa Soekarno hanya mengalami stroke ringan akibat penyempitan pembuluh darah otak.  Isu yang beredar bahkan mengatakan karena hal itu Ir. Soekarno mengalami koma. Namun nyatanya Soekarno bisa hadir dalam peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus itu di Istana Merdeka, lengkap dengan tongkat komandonya. Beliau pun masih bisa berpidato.

“Ya, memang tragis bahwa Soekarno harus mundur dari Orde Lama dan berakhir dengan cara demikian. Banyak orang menyatakan bahwa penyakit Soekarno ini diakibatkan karena banyaknya tekanan politik yang menginginkan dirinya mundur. Banyak orang berkuasa yang ingin menggulingkan dirinya dan menggantikan posisinya. Ini wajar dalam politik. Namun karena Soekarno tidak lagi mampu bermeditasi dengan Kanjeng Ratu Kidul akibat sakit, ya itu kekuasaannya benar-benar diambil alih. Kita kan tahu bahwa Ir. Soekarno sangat dekat dengan Ratu Kidul”, tutur Kang Masrukhan.

Bahkan dalam forum terpisah Kang Masrukhan menyatakan pernah membaca biografi Soekarno dimana batu merah delima yang selama ini menjadi ageman / pegangannya dalam memimpin Indonesia raib secara ghaib tanpa diwariskan oleh siapapun karena memang sepertinya Tuhan tidak lagi mengijinkan Soekarno berkuasa di negeri Berbhineka Tunggal Ika ini.

2,682 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Comments

comments