Berbicara Tentang Aura Manusia, Mistis Atau Logika? – Ketika berbicara tentang aura, masalah mistis, tahayul dan klenik pasti akan terbersit di pikiran kita. Banyak yang mendefinisikan aura manusia dan mengkaitkannya dengan ilmu pelet. Namun ada juga yang menilai aura sebagai suatu pancaran alami dalam diri manusia. Kita tak bisa membenarkan atau menyalahkan satu sama lain tanpa adanya landasan yang tepat. Sampai sejauh ini telah banyak para ilmuwan yang melakukan penelitian di bidang aura.

Ada seorang ilmuwan asal London yang mengatakan bahwa aura manusia adalah sebuah warna yang memancar dari dalam tubuh manusia yang mana warna ini bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi sang manusia itu. Dalam keadaan sakit, senang, tegang, takut, sedih, cemas, deg-degan, gugup dan lain sebagainya aura manusia itu dapat berubah.

Sementara ilmuwan lain mengatakan bahwa aura manusia merupakan suatu gelombang listrik. Ilmuwan Amerika yang menyatakan demikian ini menggunakan alat berupa voltmeter untuk membuktikannya, bahwa setiap makhluk ciptaan Tuhan itu diselubungi oleh gelombang listrik. Di lain pihak, ilmuwan asal Rusia menjelaskan bahwa aura merupakan sebuah energi, dimana medan energi ini disebut ‘bioplasmik’. Bioplasmik ini tersusun atas ion-ion proton, neutron dan electron sama halnya dengan suatu atom dalam definisi secara kimia.

Namun untuk bioplasmik ini berbeda dengan wujud dari ke-4 elemen yang ada yaitu wujud padat, cair, gas serta plasma. Dengan kombinasi dari pendapat para ilmuwan maka definisi aura dapat disimpulkan sebagai gelombang listrik yang berubah menjadi cahaya yang mencerminkan secara fisik maupun kejiwaan seseorang. Dari definisi tersebut, sebenarnya aura manusia merupakan perwujudan dari energi, kekuatan, karakter serta kesehatan seseorang.

Ada 2 lapisan aura dalam tubuh manusia yaitu bagian dalam atau aura inti/eterik dan aura luar yang disebut sebagai aura bias/astral. Lapisan eterik/lapisan inti mempunyai warna abu-abu hingga biru yang merefleksikan kesehatan fisik seseorang. Sedangkan lapisan astral/lapisan bias merefleksikan tentang percintaan, keadaan mental, kondisi emosi dan hubungan sosial seseorang. Aura manusia bersifat dinamis, bisa berubah-ubah sesuai kondisi seseorang. Banyak yang meyakini bahwa pancaran aura seseorang dapat meramalkan tingkat kesuksesan dalam hidupnya.

Hal inilah yang memotivasi seseorang untuk mengetahui warna auranya dan hal ini pulalah yang membuat seseorang mengkait-kaitkan antara aura dengan hal mistis dan klenik. Melalui pancaran aura, mereka ingin mengetahui dimana dan seberapa besar peluang mereka menuju sukses itu berada. Semakin tebal aura yang terlihat maka semakin besar pula energi yang dipancarkan. Begitu pula sebaliknya semakin tipis aura dari seseorang, akan semakin kecil energi yang terpancar.

Untuk mengetahui apakah benar aura manusia dapat meramal masa depan seseorang? YUK KLIK DISINI!

677 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Comments

comments