Asal Usul Joko Tingkir, Berdasarkan Serat Centhini

Asal Usul Jaka Tingkir, Berdasarkan Serat Centhini – Diceritakan di dalam serat centhini Joko Tingkir adalah anak mantu Sultan Trenggono. Saat Sultan Trenggono bernama Seda Lepen dendan anak sultan trenggono bernama pangeran prawoto. Saat itu ketokohan Joko Tingkir belum tampak beliau hanyalah berstatus seorang manggalayuda biasa. ”keleresan kyai ageng tingir boten kagungan putro. Mas Karebet Kajeng Ka’aran Joko Tingkir. Dewoso ngabdi wonten demak dados tamtama. Suwau wonten dusun selo dados cantrikipun kyai ageng abdurrahaman puruhito ilmu joyo kawijayaan, Joko Tingkir enemipun naming topo kaliyan meguru dateng poro wasis ngantos ketampen wonten keraton Demak dados menggala yuda”. Tertulis dalam Serat Centhini.

Ketokohan Joko Tingkir baru mulai muncul saat Pangeran Prawoto beserta keluarganya dibinasakan oleh anak Seda Lepen bernama Arya Penangsang. Kesaktian Arya Penangsang menggunakn keris sakti kyai setan kober sulit ditandingi. Sehingga Joko Tingkir saat itu perlu mengadakan seyembara guna membunuh tokoh Arya Penangsang. Akhirnya aryo penangsan bisa dibinasakan oleh seorang pemuda bernama danang Sutowijoyo. Demi keamanan pada tahun 1568 Joko Tingkir memindahakan kraton emak ke pajang dekat kota solo. Tokoh Joko Tingkir meninggal dunia tahun 1582 tepat tujuh tahun setelah Ki ageng pemanahan meninggal. Saat itu kekuasaan pajang runtuh digantikan oleh mataram.

Peran Joko Tingkir di Kerajaan Pajang

Serat centhini di atas memestikan bahwa peran sentral tokoh Joko Tingkir bukan di Lamongan melainkan di pajang dekat kota solo. Terlebih disaat Joko Tingkir sibuk berkutat mempertahankan eksistensi pajang setelah perpindahannya. Pikiran beliau terus menerus fokus pada implikasi masalah penyerahan tanah mentaok dekat kota Yogyakarta ke tangan Ki Ageng Pemanahan. Gara-gara keyakinan beliau sebagai penganut ma’rifat kejawen menunggaling kawulo gusti mempercayai ramalan Sunan Giri , bahwa tanah mentaok yang dihadiahkan itu kelak akan menjadi kerajaan besar menjelma sebagai pusat politik di tanah Jawa.

Dengan apresiasi diatas,maka persela Lamongan menggunakan julukan laskar Joko Tingkir dinilai cacat secara kesejarahan. Sehingga perlu diupayakan mencari alternatif menggantinya. Sebab berdasarkan catatan dan penemuan balai pelestarian peninggalan purbakala (BP3) mojokerto, bahwa kabupaten Lamongan kayapeninggalan sejarah kerajaan jaman dahulu yang termasyhur. Tidak kurang 42 situs sejarah yang sudah ditemukan tersebar di berbagai daerah kabupaten Lamongan, yakni mulai dari desa pata’an, pamotan (pamwatan), manyup, kurip, modo, centhini, truni, brumbun, deket, lare, sendang duwur, drajat, paciran dan lain-lain.

Kerajaan di Lamongan berhubungan dengan Joko Tingkir

Kerajaan-kerajaan zaman dahulu yang pernah ada di kabupaten Lamongan adalah, pertama, kerajaan Kahuripan dengan raja prabu airlangga keturunan asli raja bali dharma udayana warmadewa, namun beliau lebih banyak berkiprah di kerajaan mendang saat beliau menjadi anak menantu raja sri dharmawagsa teguh anantawikrama tunggadewa. Karena kerajaan mendang dihancurkan oleh kerajaan woa-wiri mengakibatkan kekacauan dan kematian para pembesar kerajaan. Prabu airlangga beserta keluarga dan pengawalnya bernama narotama menyelamatkan diri ke padepokan kibuyut sedayu. Istri dan keluarganya dititipkan di sedayu, sedangkan prabu airlangga dan pengawal narotama bergerilya menjelajah dari satu keresian (padepokan) ke keresian yang lain di seluruh Lamongan. Di Lamongan inilah beliau berniat menghidupkan kembali kerajaan kebanggaan leluhur mertuanya, kerajaan medang, yang sudah hancur, diubah dengan nama kerajaan Kahuripan, artinya hidup atau kehidupan kembali. Jejek prabu airlangga di Lamongan dapat di jumpai di prasasti calcuta di India, prasasti pata’an dan candi di desa Siser Kecamatan Laren.

Kedua, kerajaan majapahit. Dalam rekam sejarah kerajaan majapahit mengalmi beberapa kali perpindahan ibu kota selaras dengan kemajuan dan kemundurannya setelah peristiwa perang paregrek. Mulai dari beribu kota di daerah Tarik, daerah Trowulan hingga daerah pamwatan (pamotan) Lamongan. Dalam beberapa referensi menceritakan bilamana ibundan Hayam Wuruk, yakni Tri Bhuwana Tungga Dewi diberi diberi ayah beliau Raden Wijaya hadiah keraton di wilayah Kahuripan (Lamongan) sehinggan beliau diberikan gelar Bre Kahuripan. Di referensi yang lain disebut Rani Kahuripan atau Sri Ratu Kahuripan. Saat menjadi raja perempuan di Kerajaan Majapahit , beliau mengangkat patih bernama Gajah Mada.

Tokoh Gajah Mada berperan penting di daerah Kahuripan (Lamongan). Beliau pernah menjadi patih di Kahuripan selama dua tahun. Beliau beliau menjelma menjadi patih mangkubumi Majapahit yang spektakuler di pentas sejarah dunia tidak terlepas dari pengalaman beliau saat menjadi patih di Kahuripan. Ditengarahi juga sumpah palapa Gajah Mada, amukti palapa , yang berbunyi “lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa. Lamun huwus kalah ring gurun, ring seram, ring tanjung pura, ring haru, ring pahang dempo, bali sunda, palembang, masik, samana isu amukti palapa” diikrarka di dalam keraton ratu tri bhuwana tungga dewi di Kahuripan (Lamongan), dimana saat beliau di ambil sumpah menggantikan patih arya tadhah di depan ratu tri bhuwana tungga dewi dan para pejabat, mantri, bupati, adipati, dan manggala yudha.

Untuk menghilangkan keraguan, bukti sejarah lain tentang kerajaan -kerajaan diatas yang pernah hidup di Lamongan dapat di jumpai pada prasasti pasar legi, prasasti brumbung, prasasti puncakwangi, prasasti slahar wotan, prasasti pamotan (pamwatan), makam andongsari ibu angkat gajah mada di gunung ratu, buku-buku sejarah seperti babad tembayat, serat centhini dan lain-lain. Jelas bagi kita bahwa kabupaten Lamongan kaya dan mempunyai peranannya sekaran adalah, apakah persela tetep rela menggunakan “nama impor” sebagai julukannya?

 

3,015 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • ASAL JOKO TINGKIR
  • bre kahuripan
  • Petilasan jaka tingkir di banten

Comments

comments