3 Pusaka Majapahit Legendaris Ini Banyak Diburu, Mengapa? – Benda pusaka, bagi kebanyakan orang keberadaannya amat dicari dan penting. Mengapa? Benda pusaka merupakan benda berenergi magis yang bisa memberikan tuah berupa kesaktian, bisa kewibawaan, kekuatan supranatural, ilmu pengasihan, kerezekian, pelarisan dan lain sebagainya. Bukan musyrik, karena pada dasarnya tuah yang ada dalam pusaka pusaka tersebut adalah buah dari hasil tirakat yang dilakukan si Empu pembuat puasa itu. Tirakat yang dilakukan diantaranya tirakat puasa, solat malam, wirid, dzikir dan laku batin lainnya.

Salah satu pusaka yang paling dicari adalah pusaka Majapahit, sebuah pusaka yang legendaris. Dahulu kala pusaka inilah yang digunakan oleh Mahapatih Gajah Mada untuk mempersatukan nusantara dan menjadikan Majapahit sebagai kerajaan Hindu terbesar kala itu. Apa saja pusaka Majapahit yang ada dan dicari keberadaannya hingga saat ini?

Keris Condong Campur

Melalui berbagai tarikh dan legenda tentang kerajaan Majapahit, Pusaka Majapahit ini mulai dikenal. Keris Condong Campur menjadi salah satu pusaka yang unik karena dibuat oleh Ratusan Empu yang hidup dimasa kerajaan Majapahit kala itu. Terlihat dari namanya, Condong Campur “campur” berarti banyak, melebur menjadi satu. Tak cukup sampai disitu bahan utama dalam pembuatannya pun juga didapat dari berbagai daerah.

Tak berlebihan juga banyak orang mengakui kesaktian pusaka Majapahit ini. Namun karena kutukan, pusaka ini menjadi penuh dengan aura negatif dan senantiasa mempengaruhi sang pemilik atau sang pemegang. Sifatnya yang mungkin menjadi serakah atau tamak, iri dan tidak pernah bersyukur. Jadi hati-hatilah dalam mengumpulkan benda pusaka.

Tombak Pataka Dwija Naga Nareswara

Sebenarnya menurut sejarah tombak sakti ini sudah ada jauh sebelum kerajaan Majapahit ada. Bahkan beberapa sumber sejarah menyatakan jika pusaka ini adalah warisan dari kerajaan Singosari. Dalam sejarahnya benda ini merupakan pusaka yang diperebutkan oleh Singasari dan Gelang Gelang. Keberhasilan senopati Singasari dalam merebut kembali tombak pataka yang telah jatuh ke tangan Gelang Gelang menjadikan pusaka ini berhasil diwariskan pada kerajaan Majapahit sebagai bukti merupakan pewaris tahta kerajaan Singasari yang sebenarnya. Hingga jadilah tombak ini dikenal sebagai pusaka Majapahit dan masih ada hingga kini. Bahkan di ujung tombak inilah pertama kali Kerajaan Majapahit mengibarkan bendera kerajaannya sebagai lambang berdirinya kerajaan tersebut.

Keris Tamung Sari

Keris ini diduga kuat sebagai salah satu pusaka Majapahit yang amat sakti. Nama dari keris tersebut diambil dari nama pemiliknya yakni seorang hulubalang dari kerajaan Majapahit. Keris ini memiliki tuah kesaktian dan kekebalan. Siapapun yang berduel dengan bersenjatakan keris ini maka konon katanya ia akan menang. Selain itu keris ini juga banyak digunakan sebagai perlindungan diri dan pagar ghaib.

Menurut cerita, diriwayatkan pada saat itu Tamung Sari tak terluka sedikitpun ketika mendapat serangan dan tikaman dari senjata hulubalang Malaka. Akhirnya pasukan Malaka pun tahu bahwa kekebalan Tamung Sari berasal dari pusaka yang dipegangnya yaitu keris Tamung Sari. Sebab itulah sang hulubalang mencoba merampas keris kyai tamung sari dari tangan sang pemilik. Setelah berhasil dirampas, benar bahwa si Tamung Sari pun tak lagi hebat tak lagi kebal dan akhirnya dirinya pun kalah dalam peperangan akibat tertikam kerisnya sendiri.

Itulah 3 pusaka Majalahit yang hingga kini masih ada namun tak diketahui keberadaannya. Jika anda suka dengan benda bertuah dan pusaka-pusaka hasil tarikan ghaib, yuk KLIK : www.BendaGhaib.Com

3,480 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Incoming search terms:

  • apakah kang masrukhan penipu
  • keris gajah mada permadi
  • pusaka peninggalan majapahit
  • Keris pusaka peninggalan majapahit
  • keris condong
  • keberadaan tombak pataka sang dwi naga nareswara
  • keberadaan pusaka majapahit
  • keberadaan inti pusaka majapabit
  • download legenda tutur tinular tragedi majapahit/
  • APAKAH SEMUA PUSAKA MAJAPAHIT BERTUAH BURUK
  • sejarah penggunaan Tombak Pataka Sang Dwija Naga Nareswara

Comments

comments